Selasa, 08 April 2014

Propinsi Kalimantan Barat Masih Tergantung Dana Perimbangan

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menyatakan rasio kemandirian daerah di wilayahnya pada tahun lalu mencapai 93,16 persen. Salah satu indikator kemandirian tersebut adalah kuatnya pembiayaan pembangunan daerah.

”Dalam era otonomi, daerah dituntut lebih mandiri dalam melaksanakan urusan dan penyelenggaran pemerintah daerah,” ujar Cornelis di DPRD Provinsi Kalbar, beberapa hari lalu.

Cornelis menjelaskan hal ini berkaitan dengan pelaksanaan APBD tahun anggaran 2012. Pelaksanaan APBD baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah menjadi tolak ukur keberhasilan dalam mendanai seluruh program dan kegiatan yang ditetapkan.

Secara rinci Cornelis menjelaskan pada 2012 sumber pendapatan Kalbar masih tergantung pada dana perimbangan. Realisasi pendapatan daerah sebesar Rp2,93 triliun. Jumlah ini meningkat 24,91 persen atau Rp730 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,2 triliun. ”Setiap tahunnya pemerintah daerah terus berupaya menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah yang dimiliki,” katanya.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini terdiri atas pendapatan pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Pada tahun anggaran 2012, PAD ditargetkan sebesar Rp1,67 triliun dan terealisasi Rp1,164 triliun atau 99,69 persen. PAD dari pendapatan pajak daerah ditargetkan Rp976,3 miliar, terealisasi Rp986,81 miliar atau 100,77 persen. Dari retribusi daerah ditargetkan Rp111,88 miliar dan terealisasi Rp86,05 atau 70,6 persen. Pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditargetkan Rp47,72 miliar dan terealisasi Rp47,62 miliar atay 99,77 persen. Sedangkan lain-lain PAD yang sah ditargetkan Rp29,07 miliar dan terealisasi Rp40,93 miliar atau 140,77 persen.

Pendapatan juga berasal dari dana perimbangan maupun pendanaan daerah dari APBN. Dana ini terdiri atas dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum, dana alokasi khusus.

Cornelis mengungkapkan pada tahun anggaran 2012, penerimaan dari transfer pemerintah pusat ditargetkan Rp1,2 triliun dan teralisasi Rp1,24 triliun atau 103,47 persen. Penerimaan ini terdiri atas pendapatan bagi hasil pajak yang ditargetkan Rp122,3 miliar dan terealisasi Rp154,58 persen, bagi hasil pajak bukan pajak sumber daya alam ditargetkan Rp18,5 miliar dan terealisasi Rp28,1 miliar. Dana Alokasi Umum ditargetkan Rp102 triliun terealisasi 100 persen, DAK terealisasi 100 persen yakni Rp43,91 miliar, lain-lain pendapatan yang sah terealisasi Rp518,65 miliar atau 100,44 persen dari target sebesar Rp516,37 miliar, serta lainnya.

Belanja daerah realisasinya Rp3,04 triliun atau 94,44 persen dari jumlah belanja yang ditetapkan Rp3,22 triliun. Belanja ini terdiri atas operasi ditargetkan Rp2,23 triliun dan teraliasasi Rp354,48 miliar, realiasasi belanja tak terduga Rp4,85 miliar, realisasi belanjan transfer bagi hasil kepada kabupaten dan kota Rp447,34 miliar. ”Sehingga defisit Rp11,04 miliar dan ditutup dengan pembiayaan neto sebesar Rp333,3 miliar,” katanya.

Nama Pontianak yang berasal dari Bahasa Melayu ini dipercaya ada kaitannya dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika beliau menyusuri Sungai Kapuas. Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting.

Layangan Menggangu PLN Pontianak

“Selama ini kami tidak pernah melakukan pemadaman karena daya kita cukup. Ini sebab eksternal. Kawat tali layangan ini mengenai jaringan kami sehingga terjadi blackout system, dan mesin kami mati. Untuk menghidupkannya tidak bisa instan,” Humas PLN, M Doing

PONTIANAK—Pihak PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PT PLN Persero) meminta Pemda untuk menertibkan permainan layang-layang dengan tali kawat. “Padahal Perdanya sudah ada, sanksinya juga lumayan berat untuk pemain layangan. Cuma kota memang harus lebih aktif lagi. Harus ada action dari Pemda, terutama Pemkot Pontianak dan Pemda Kubu Raya. Kalau tidak kita akan begini terus,” kata Humas PT PLN Wilayah Kalbar, Muhammad Doing.

Pihak PLN mengungkapkan padamnya listrik yang kerap terjadi belakangan di luar kehendak mereka. Pasalnya, mesin-mesin pembangkit yang ada saat ini sudah mencukupi. Adapun padam listrik disebabkan oleh permainan layang-layang dengan tali kawat yang kembali marak.

“Selama ini kami tidak pernah melakukan pemadaman karena daya kita cukup. Ini sebab eksternal. Kawat tali layangan ini mengenai jaringan kami sehingga terjadi blackoutsystem, dan mesin kami mati. Untuk menghidupkannya tidak bisa instan,” ucapnya.

Dia berharap, masyarakat untuk berhenti bermain layang-layang menggunakan tali kawat. "Hanya gara-gara segelintir orang, yang rugi ribuan orang. Bahkan dampaknya ini sampai Sambas sana. Saya minta tolong lah berhenti bermain layang-layang. Ini juga berbahaya untuk pemainnya bila tersengat listrik," tandasnya.

Sebelumnya, Manajer PLN Area Pontianak, Pugi Wasi Jatmika menjelaskan, sebenarnya saat ini kemampuan pasokan listrik dari PLN ke masyarakat mencukupi. Total daya yang dihasilkan dari mesin-mesin pembangkit PLN untuk jaringan khatulistiwa mencapai 230 Mega Watt. Sementara beban puncak pelanggan hanya 220 MW. "Memang pas-pasan, tapi masih ada lebih 10MW. Itu cukup, dan tidak perlu ada pemadaman. Mati lampu yang selama ini terjadi lebih banyak karena sebab eksternal,” jelasnya.


Disebutkan dia, saat ini pihaknya tengah berupaya mengoptimalkan ketersediaan pasokan listrik untuk Ramadan dan Lebaran. PLN sendiri sudah memesan mesin sewa baru sebesar 16 MW. Dengan tambahan mesin itu, maka kelak daya PLN akan mencapai 246 MW. “Mudahan-mudahan datangnya sebelum Lebaran, agar sistem kita bisa lebih aman lagi,” tukasnya.


Pugi juga mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas dalam menggunakan energi listrik. Pasalnya, pemborosan listrik berpotensi merugikan PLN dan pelanggan lainnya. “Listrik ini milik kita bersama, gunakan sebaik-baiknya. Kita berharap pelanggan bisa berhemat dan cerdas dalam menggunakan lsitrik. Matikan yan tidak perlu,” pungkas dia.

Retak Jembatan Sungai Kapuas Bertambah

PONTIANAK - Ukuran keretakan telapak pilar empat jembatan Kapuas 1 akibat ditabrak ponton bertambah, jika dilalui kendaraan roda empat maupun lebih. Diperkirakan hingga dua pekan mendatang jembatan ditutup untuk kendaraan tersebut.“Jembatan Kapuas 1 berisiko untuk dilalui kendaraan roda empat ke atas,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Jakius Sinyor, seusai mendampingi Wakil Gubernur Kalbar melihat lokasi kerusakan akibat ditabrak ponton, Senin (2/9). Ikut serta dalam rombongan bersama wagub yakni tim utusan Kementerian Pekerjaan Umum, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar Agustinus Edi Sukarno, Kepala Dispenda Kalbar Taruli Manurung, Asisten II Pemprov Kalbar Lensus Kandri, dan lainnya.

Jakius menjelaskan ponton menabrak pilar empat dari delapan pilar yang ada. Akibatnya telapak pilar empat retak. Telapak pilar tersebut disangga 15 tiang pancang. Setiap tiang memiliki kedalaman 40 meter hingga 60 meter dari permukaan tanah ke dasar sungai. Panjang tiang dari dasar sungai ke permukaan 18 meter.“Akibat tabrakan, satu tiang pancang hilang. Ini tentunya mempengaruhi kekuatan jembatan, seharusnya 100 persen menjadi 80 persen. Ini akan menjadi prioritas,” jelas Jakius.

Kementerian PU bersama Dinas Provinsi Kalbar pun melakukan investigasi dan kajian. Hasilnya saat dilalui kendaraan roda empat maupun lebih, retak telapak pilar bertambah dari satu milimeter menjadi tiga milimeter. Pengukuran keretakan ini menggunakan alat pundit test lab. Hasil kajian lainnya menunjukkan tidak ada pergeseran tiang pilar dari yang satu ke lainnya.


“Untuk roda dua, setelah diperhitungkan tidak ada pergeseran keretakan, sehingga tidak masalah melintas di sana,” katanya.Jakius menjelaskan perbaikan dilakukan melalui dua proses yakni memperbaiki telapak sambil memperbaiki tiang pancang. Saat ini tim masih melakukan audit jembatan secara keseluruhan, hingga tiang penyangga. Selama audit berlangsung, kendaraan roda empat maupun lebih dilarang melintas. Diperkirakan penutupan untuk kendaraan tersebut hingga dua pekan mendatang. Sedangkan untuk tronton dilarang melintas hingga tiga bulan kedepan.

“Mohon kerja sama dan dukungan masyarakat. Penutupan agar tidak berisiko. Banyak contoh, seperti di Bandung, dilintasi saat diperbaiki, akhirnya roboh,” katanya.Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengungkapkan penutupan jembatan dilakukan hingga cek fisik jembatan selesai dilaksanakan. “Secara teknis kami bersyukur karena dari Kementerian PU datang meninjau secara langsung,” kata Christiandy.Ia menjelaskan berdasarkan informasi yang diperoleh, perbaikan dan pengerjaan jembatan memakan waktu hingga tiga bulan. Ia meminta masyarakat mendukung seluruh kegiatan tersebut.


“Memang ada ketidaknyamanan. Tetapi Dishubkominfo Provinsi Kalbar bersama instansi terkait kabupaten dan kota akan mengatur lalu lintas,” ujar Christiandy.Menurut Christiandy, dengan ditutupnya jembatan Kapuas 1 untuk kendaraan roda empat keatas menyebabkan feri penyeberangan menjadi ramai. Kondisi ini pun menimbulkan permasalahan karena feri penyeberangan yang ada hanya satu unit. Solusinya, jam operasi feri perlu ditambah. Pemerintah Provinsi Kalbar juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mencari pinjaman armada tambahan. “Pengaturan lalu lintas ini penting,” timpalnya.


Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Kalbar Agustinus Edi Sukarno mengatakan solusi untuk mengatasi ditutupnya jembatan Kapuas 1 adalah menambah armada feri penyeberangan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT. ASDP, dan hasilnya tambahan armada tidak tersedia. Saat ini Dishubkominfo Kalbar sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk meminjam tambahan armada penyeberangan tersebut.

“Terkait tambahan jam operasi feri, saat ini hingga pukul 10 malam. Tetapi ternyata jam 10 malam saja sudah sepi. Jadi solusinya adalah menambah armada penyeberangan,” katanya.Agustinus menuturkan izin berlayar ponton diberikan oleh Syahbandar. Berdasarkan peraturan Syahbandar, izin untuk melintas maksimal hingga pukul 16.00, sedangkan ponton melintas pada pukul 19.00. “Alasannya lewat dari pukul 16.00 karena kandas. Mengenai sanksi, tergantung Syahbandar,” jelas Agustinus.Ia menambahkan Pemerintah Provinsi tidak memiliki peraturan mengenai angkutan bermuatan melalui sungai. “Pergub akan dibicarakan karena memang seharusnya ada pembatasan. Nanti lintas sektoral akan dibicarakan,” katanya. Kepala UPTD Penyeberangan Syarif Muharram menambahkan feri penyeberangan menambah jam operasional, yakni dari pukul 06.00 hingga 22.00. “Selama tiga hari ini roda empat dan enam lebih banyak jumlahnya. Apalagi pada malam hari,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar mengatakan setidaknya ada tiga pihak yang harus menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut. “Sampai saat ini proses hukum jalan terus. Ada tiga pihak yang harus menjalani pemeriksaan, baik itu pemilik bauksit, jasa ekspedisi maupun dari izin pelayaran itu sendiri,” kata Mukson, kemarin.


Dilanjutkan Mukson, untuk nahkoda kapal dan ABK-nya sedang menjalani pemeriksaan di Dit Polair Polda Kalbar. Kapal dan ponton sudah diamankan pada tempat terpisah. Untuk kapal diamankan di Markas Polair, sementara pontonnya ada di Pos Polair di wilayah wajok dengan pengamanan ketat.Dikatakan Mukson, dalam proses penanganan kasus ini memerlukan waktu yang cukup lama, Polda Kalbar memerlukan saksi ahli, baik itu dari Sahbandar, pertambangan, Dinas PU untuk mengetahui seberapa jauh kerusakan jembatan yang diakibatkan tertabraknya fender oleh ponton pengangkut 4.000 ton bauksit itu.


“Semua akan kita periksa. Kita juga perlu saksi ahli. Karena kasus itu melibatkan beberapa pihak, maka kita harus mengetahui faktor terjadinya kecelakaan itu, apakah karena faktor alam, kelalaian ataupun karena teknis. Siapa nanti yang bertanggung jawab akan kita lihat pada kesimpulan setelah pemeriksaan tuntas,” kata Mukson.Pihaknya akan menerapkan Undang Undang No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Jika ternyata dalam pemeriksaan ada perkembangan dan memenuhi unsur pidana, maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni diajukan ke pengadilan.“Kita lihat perkembangannya ke depan. Apakah ada unsur pidananya atau tidak? Kalau ternyata ada unsur pidana maka akan kita ajukan ke pengadilan,” terang Mukson.


Sungai Kapuas atau Sungai Kapuas Buhang atau Batang Lawai (Laue)[1][2][3][4][5] merupakan sungai yang berada di Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan sungai terpanjang dipulau Kalimantan dan sekaligus menjadi sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang total 1.143 km.

Nama sungai Kapuas diambil dari nama daerah Kapuas (sekarang Kapuas Hulu) sehingga nama sungai yang mengalir dari Kapuas Hulu hingga muaranya disebut sungai Kapuas, namun Kesultanan Banjar menyebutnya Batang Lawai yang mengacu pada nama daerah Lawie atau Lawai (sekarang Kabupaten Melawi) sehingga nama sungai yang mengalir dari Kabupaten Melawi hingga muaranya di sekitar kota Pontianak disebut Sungai/Batang Lawai.


Sungai Kapuas merupakan rumah dari lebih 700 jenis ikan dengan sekitar 12 jenis ikan langka dan 40 jenis ikan yang terancam punah. Potensi perikanan air tawar di sungai Kapuas adalah mencapai 2 juta ton. Hutan yang masih terlindungi dengan baik menyebabkan sungai Kapuas terjaga kelestariannya.


Namun , belakangan ini sungai Kapuas telah tercemar logam berat dan berbagai jenis bahan kimia, akibat aktivitas penambangan emas dan perak di bagian tengah sungai ini. Walaupun telah mengalami pencemaran oleh logam berat, Sungai Kapuas tetap menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat (terutama suku Dayak dan Melayu di sepanjang aliran sungai. Sebagai sarana transportasi yang murah, Sungai Kapuas dapat menghubungkan daerah satu ke daerah lain di wilayah Kalimantan Barat, dari pesisir Kalimantan Barat sampai ke daerah pedalaman Putussibau dihulu sungai ini . Dan selain itu, sungai Kapuas juga merupakan sumber mata pencaharian untuk menambah penghasilan keluarga dengan menjadi nelayan/penangkap ikan secara tradisional. Sosial Budaya masyarakat Sungai Kapuas perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengingat pesatnya kemajuan teknologi dan informasi dapat memengaruhi pola berpikir masyarakat di sekitar aliran sungai Kapuas.

Sungai Kapuas yang lain juga terdapat di provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kapuas. Sungai ini membentang sepanjang kurang lebih 610 km, dari kecamatan Kapuas Hulu sampai kecamatan Selat yang akhirnya bermuara dilaut Jawa.

Siswa Kelas 1 SMP Di Samarinda Diperkosa


SAMARINDA - Ini peringatan bagi remaja agar selalu waspada dalam pergaulan. Bila tak berhati-hati, bisa jadi korban perkosaan. Seperti yang dialami FW, 12. Pelajar kelas 1 SMP di salah satu sekolah di Samarinda ini kehilangan kegadisannya karena diperkosa teman sendiri.

Kejadian tersebut diketahui orangtua korban, Is, 41 saat melihat ada perubahan dari perilaku putrinya. Biasanya, kata dia, anaknya itu kerap kongko pada malam hari bersama teman-temannya. Beberapa hari terakhir FW jadi jarang bergaul. Dia tak pernah lagi keluar rumah saat malam. Heran, ibunya bertanya kepada korban. Tak mendapat respons dari FW, ibunya pun memberi nasihat.


"Jangan suka keluar malam. Kalau diperkosa orang hamil nanti," ucap Is saat memberikan keterangan kepada polisi. Is saat itu belum tahu kalau putrinya ternyata sudah diperkosa temannya.


Sebelumnya, Is juga dapat pengakuan dari keponakannya, anaknya itu telah diganggu oleh pelaku. Dengan sabar, Is pun menanyakan kejadian yang sebenarnya pada anaknya. "Anak saya lalu mengaku kalau dia sudah digituin sama pelaku," ujarnya. Korban juga mengaku, saat kejadian dia diancam, kalau teriak akan dipukuli tersangka.


Pemerkosaan terjadi pada Minggu (25/8) di sebuah rumah di Jalan Sungai Kapih, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Samarinda Ilir.


Saat itu, sekira pukul 20.00 Wita, FW mendapat pesan singkat dari pelaku yang mengajak nongkrong. FW pun keluar rumah dan dijemput oleh kerabat pelaku menggunakan sepeda motor. Saat itu, FW hanya berkumpul bersama teman menghabiskan malam di rumah kerabat pelaku.


Tiga jam kemudian, FW akhirnya tinggal berdua dengan pelaku. Saat itulah pelaku mengajak korban untuk berbuat mesum. Namun, korban menolak. Berbagai rayuan pun dikeluarkan, tapi ditolak lagi. Hingga akhirnya, korban memaksa. Usai memuaskan nafsu bejatnya kepada FW, korban kemudian diantar pulang ke rumahnya.


Beberapa hari kemudian, gelagat FW pun berubah hingga akhirnya kecurigaan pun muncul dari Is. "Saya tak pernah tahu, kalau anak saya bersahabat dengan pelaku," tuturnya.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Feby DP Hutagalung menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Tak hanya itu, pihaknya juga masih mengumpulkan keterangan dari para saksi terkait kejadian tersebut. Polisi juga sudah melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Remaja harus lebih waspada dalam bergaul. Jangan sampai kejadian ini terulang," jelasnya.
SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Hasan Karman, melantik 98 orang pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang di Aula Badan Kepegawaian Daerah Kota Singkawang, Kamis, (30/6/2011).

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Libertus, M.Si, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah Kota Singkawang serta undangan lainnya.

Sebanyak 98 orang pejabat struktural yang dilantik dengan rincian, Eselon II.b sebanyak 3 orang, Eselon III.a sebanyak 9 orang, Eselon III.b sebanyak 16 orang, Eselon IV.a sebanyak 52 orang, dan Eselon IV.b sebanyak 18 orang. Pelantlkan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja, karena itu harus dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi.

Parameter yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan melalui pertimbangan kapasitas kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, profesionalisme, persyaratan administrasi serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab. 

Dalam konteks ini, mutasi pejabat harus dimaknai sebagai suatu penugasan, dan secara lebih bijak merupakan suatu amanah. Setiap perpindahan tugas dan area kerja akan memperkaya pengalaman setiap pegawai dalam mengadaptasi lingkungan yang strategis. 

Aidil, Terdakwa Perkara Persisam Diopname

Pengadilan Negeri (PN) Samarinda mengabulkan permohonan Aidil Fitri, terdakwa  dugaan penyalahgunaan dana hibah Persisam 2007-2008 senilai Rp 27,5 miliar untuk  dirawat di RSUD AW Sjahranie Samarinda mulai hari ini, Kamis  (2/9/2010). 

Permohonan untuk perawatan diajukan terdakwa Senin (30/8/2010) lalu pada sidang perdana. Penasihat hukumnya, Parlindungan Pasaribu,  membenarkn hari ini permohonan kliennya dikabulkan.  

Secara terpisah, Kepala Kejari Samarinda Sugeng Purnomo SH  membenarkan, PN Samarinda sudah memberitahukan terdakwa Aidil dibantar mulai hari ini.  "Katanya hipetensi lalu berpengaruh ke jantungnya. Anggota saya melaporkan dia (Aidil) dirawat di RSUD AW Sjahranie di ruang Teratai. Dia diinfus dan dibantu oksigen juga," ujar Sugeng.

854 PNS Kotim Ucapkan Sumpah Janji


Kalimantan Tengah-KOTA WARINGIN TIMUR, Sedikitnya 854 pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengucapkan sumpah janji sebagai abdi masyarakat.

"Para PNS yang mengikuti sumpah janji itu dari berbagai jenjang jabatan teknis dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim," kata Bupati Kotim, Supian Hadi di Sampit, Kamis.

Setiap PNS wajib mengucapkan sumpah/janji karena sumpah dan janji PNS itu merupakan perwujudan pengakuan kepercayaan dan penghargaan atas loyalitas kapasitas serta pengabdiannya dalam organisasi.

Dia mengatakan, sumpah/janji yang diucapkan merupakan koridor atau rambu-rambu bagi seorang aparatur negara dalam melaksanakan tugas dan menjadi suatu pertanda pegawai negeri.

Baik buruknya citra pemerintah akan terlihat sejauh mana para PNS menyelami makna sumpah/janji serta menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai nilai dan makna yang terdapat dalam sumpah/janjinya.

Sumpah dan janji PNS merupakan penyataan kesanggupan menaati kewajiban meninggalkan larangan yang telah ditetapkan. Untuk itu sumpah/janji itu perlu dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Menurut Supian Hadi, setiap PNS wajib melaksanakan tugas yang diberikan dan dipercayakan, memegang teguh komitmen dan meningkatkan kualitas pengabdian serta siap ditugaskan dimanapun berada.

Pekerjaan sebagai PNS sesungguhnya memiliki misi yang luhur, yakni menyejahterakan masyarakat.

"Apabila tujuan para PNS hanya untuk mengejar gaji, maka bukan menjadi PNS tempatnya, sebab untuk melayani masyarakat harus dimulai dengan dari niat dan disitulah letak kehormatan yang dimiliki seorang PNS," katanya.

Jika ingin mencari penghasilan yang lebih atau cepat kaya maka jangan berharap menjadi petugas PNS, sebab PNS adalah pelayanan masyarakat.

Dengan adanya sumpah janji itu diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar meningkatkan keimanan PNS.

Apa yang telah diucapkan dalam sumpah janji bukanlah sebuah kata-kata belaka tetapi sebuah tanggung jawab dan sebuah amanah yang harus dilaksanakan.

Di Jalur Mudik Kapuas ada Empat Pos Pantau Lalu Lintas

Mudik lebaran Idul Fitri tahun 1434 Hijriah, tepatnya pada H-7 (mulai hari ini, Red) pengguna jalan umum, baik roda dua maupun empat harus waspada dan berhati-hati selama dalam perjalanan.

Beberapa jalur rawan kecelakaan yang harus diperhatikan dan diwaspadai. Menurut Kasat Lantas Polres Kapuas, AKP Sigit, Jumat (2/7/2013), sejak dicanangkannya Operasi Ketupat Telabang 2013, pihaknya mendirikan empat pos pantau.

Pos itu antara lain di Jalan Tambun Bungai, Jalan Trans Kalimantan Basarang, Bundaran Besar Kapuas, dan Anjir kilometer 14 Kapuas. Dikatakannya, jalur-jalur yang rawan laka, seperti di Jalan Trans Kalimantan Anjir Kapuas.

Khusus di kilometer 14 Anjir Kapuas, ada pelebaran jalan sepanjang 300 meter, sehingga terjadi penyempitan jalan. "Saya meminta saat melintas di tempat itu, pengendara agar menguranggi kecepatannya,"ucap mantan Kapolsek Selat Kapuas.

Jalur lain yang rawan laka adalah di Jalan Trans Kalimantan, di seputaran Basarang, Kecamatan Basarang. "Jalurnya sempit memiliki aspal mulus. Namun banyak terdapat tikungan yang tajam," ungkapnya.

Data diperoleh di Satlantas Polres Kapuas. Jumlah kecelakaan tahun 2012 ada 75 kejadian. Korban meninggal dunia 45 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 71 orang dengan kerugian material Rp357.500.000,-.

Sedangkan kecelakaan tahun 2013 sampai Juni, 28 kejadian, meninggal dunia 21 orang, luka berat 2 orang, luka ringan 22 orang serta jumlah kerugian materi Rp173.050.000,-

Di Jalur Mudik Kapuas ada Empat Pos Pantau Lalu Lintas

Mudik lebaran Idul Fitri tahun 1434 Hijriah, tepatnya pada H-7 (mulai hari ini, Red) pengguna jalan umum, baik roda dua maupun empat harus waspada dan berhati-hati selama dalam perjalanan.

Beberapa jalur rawan kecelakaan yang harus diperhatikan dan diwaspadai. Menurut Kasat Lantas Polres Kapuas, AKP Sigit, Jumat (2/7/2013), sejak dicanangkannya Operasi Ketupat Telabang 2013, pihaknya mendirikan empat pos pantau.

Pos itu antara lain di Jalan Tambun Bungai, Jalan Trans Kalimantan Basarang, Bundaran Besar Kapuas, dan Anjir kilometer 14 Kapuas. Dikatakannya, jalur-jalur yang rawan laka, seperti di Jalan Trans Kalimantan Anjir Kapuas.

Khusus di kilometer 14 Anjir Kapuas, ada pelebaran jalan sepanjang 300 meter, sehingga terjadi penyempitan jalan. "Saya meminta saat melintas di tempat itu, pengendara agar menguranggi kecepatannya,"ucap mantan Kapolsek Selat Kapuas.

Jalur lain yang rawan laka adalah di Jalan Trans Kalimantan, di seputaran Basarang, Kecamatan Basarang. "Jalurnya sempit memiliki aspal mulus. Namun banyak terdapat tikungan yang tajam," ungkapnya.

Data diperoleh di Satlantas Polres Kapuas. Jumlah kecelakaan tahun 2012 ada 75 kejadian. Korban meninggal dunia 45 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 71 orang dengan kerugian material Rp357.500.000,-.

Sedangkan kecelakaan tahun 2013 sampai Juni, 28 kejadian, meninggal dunia 21 orang, luka berat 2 orang, luka ringan 22 orang serta jumlah kerugian materi Rp173.050.000,-

Di Jalur Mudik Kapuas ada Empat Pos Pantau Lalu Lintas

Mudik lebaran Idul Fitri tahun 1434 Hijriah, tepatnya pada H-7 (mulai hari ini, Red) pengguna jalan umum, baik roda dua maupun empat harus waspada dan berhati-hati selama dalam perjalanan.

Beberapa jalur rawan kecelakaan yang harus diperhatikan dan diwaspadai. Menurut Kasat Lantas Polres Kapuas, AKP Sigit, Jumat (2/7/2013), sejak dicanangkannya Operasi Ketupat Telabang 2013, pihaknya mendirikan empat pos pantau.

Pos itu antara lain di Jalan Tambun Bungai, Jalan Trans Kalimantan Basarang, Bundaran Besar Kapuas, dan Anjir kilometer 14 Kapuas. Dikatakannya, jalur-jalur yang rawan laka, seperti di Jalan Trans Kalimantan Anjir Kapuas.

Khusus di kilometer 14 Anjir Kapuas, ada pelebaran jalan sepanjang 300 meter, sehingga terjadi penyempitan jalan. "Saya meminta saat melintas di tempat itu, pengendara agar menguranggi kecepatannya,"ucap mantan Kapolsek Selat Kapuas.

Jalur lain yang rawan laka adalah di Jalan Trans Kalimantan, di seputaran Basarang, Kecamatan Basarang. "Jalurnya sempit memiliki aspal mulus. Namun banyak terdapat tikungan yang tajam," ungkapnya.

Data diperoleh di Satlantas Polres Kapuas. Jumlah kecelakaan tahun 2012 ada 75 kejadian. Korban meninggal dunia 45 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 71 orang dengan kerugian material Rp357.500.000,-.

Sedangkan kecelakaan tahun 2013 sampai Juni, 28 kejadian, meninggal dunia 21 orang, luka berat 2 orang, luka ringan 22 orang serta jumlah kerugian materi Rp173.050.000,-