Minggu, 26 Mei 2013

BPBD Kalsel Sosialisasikan UU Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalsel menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan no 24/2007 tentang penanggulangan bencana, Kamis (23/5) di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tapin.

Asisten Satu Pemkab Tapin yang juga pemateri dalam acara itu, HM Yunus mengatakan bencana alam tidak dapat dihilangkan, Namun hanya dapat diminimalisasi kejadiannya, karena itu kehadiran lembaga baru Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) sangat strategis.

Pemkab Tapin, kata HM Yunus, telah melakukan penanaman pohon, bersih-bersih drainase, hal ini untuk mencegah banjir.

Banjir yang melanda beberapa kecamatan di Tapin sekian waktu lalu, telah memberikan bantuan berupa makanan dan pengobatan dan sebagainya kepada korban.

Dalam sosialisasi itu diisi dialog, salah satu peserta menanyakan batasan kewenangan BPBD dengan dinas lain dalam menanggulangi bencana, sebab sering tumpang tindih dan kebingungan.

Menurut HM Yunus, BPBD menjadi pengkoordinasi dengan dinas terkait dalam menanggulangi bencana.

Menurut Kepala BPBD Tapin, HM Nurdin, fungsi BPBD tidak hanya menanggulangi setelah bencana, tetapi mengantisipasi timbulnya bencana.

Pencari Kerja di Tapin Didominasi Lulusan SLTA

RANTAU - Pencari kerja di Kabupaten Tapin masih menumpuk ribuan orang, baik perempuan maupun pria dan segala tingkatan umur.

Hingga Maret 2013 ada 3.438 orang pencari kerja yang terdata di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Dinasoskertran) Tapin.

Ribuan pencari kerja itu didominasi perempuan, yaitu sejumlah 1.821 (52,97 persen), sedangkan pencari kerja pria 1.617 (47,03 persen).

Dari segi pendidikan pencari kerja tersebut didominasi lulusan SMA/sederajat, yaitu 2.531 orang (73,62 persen), sarjana 488 orang (14,19 persen), SD 250 orang (7,27. Persen) dan SLTP 169 orang (4,9 peren).

Menurut Kabid Peningkatan Kualitas Penempatan Transmigrasi Dinsoskertran Tapin, Abdul Hakim, Kamis (23/5) data ribuan orang pencari kerja itu berdasarkan permintaan kartu pencari kerja (kartu kuning) di Dinsoskertran Tapin.

"Bisa juga pencari kerja itu tidak sebanyak data tersebut, banyak pencari kerja yang sudah dapat pekerjaan, tetapi tidak melapor ke kantor kami, sehingga datanya sebagai pencari kerja tidak dihapus," jelas Abdul Hakim

114 Orang Lulus Administrasi dan Kesehatan di Penerimaan Akpol 2013

BANJARMASIN -Menjadi anak seorang petani, tidak menyurutkan langkah Slamet Harianto untuk ikut bersaing menjadi taruna Akademi Polisi (Akpol) 2013 yang digelar Polda Kalsel, Rabu (22/5).

Lulusan SMA 1 Satui Tanah Bumbu ini mengaku tidak merasa minder dan rendah hati mengingat saingan yang ikut kebanyakan dari keluarga polisi, pejabat dan pensiunan TNI dan Polri.

"Hanya yang terbaik lah yang berhak lolis tidak pedului dari golongan mana, kita harus semangat ikut," ujar bungsu empat bersaudara pasangan Gioto dan Sukantun ini.

Untuk mempersiapkan ikut masuk Akpol Warga Desa Jombang Rt 05 kecamatan Satui ini terus berlatih fisik dan mentalnya.

"Sebelum ikut saya sudah mempersiapkan diri dengan baik," ujar dia.

Sementara Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalsel, Brigjend Pol Drs Taufik Ansorie memastikan penerimaan taruna Akademi Polisi (Akpol) Tahun Ajaran 2013 lepas dari penyimpangan atau Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Untuk seluruh calon taruna akpol yang telah lulus administrasi dan kesehatan sebanyak orang 114 orang terbagi dari 99 laki-laki (Taruna) dan 15 perempuan (Taruni).

Meningkat Hadiah Bagarakan Sahur Pemko Banjarbaru dengan BPost Group

Sudah 13 tahun evet tahunan Begarakan Sahur yang digelar pemerintah kota Banjarbaru menggandeng Banjarmasin Post Group sebagai satu satunya media patner.

Ramadan tahun ini, panitia kembali merangkul BPost Group menggelar kegiatan yang sama namun dengan kegiatan yang lebih meriah.

"Berkerjasama dengan BPOst banyak keuntungan yang didapat. Event nya juga lebih meriah dan banyak mengundang antusias penonton," kata Kadis Kebudayaan pariwisata pemuda dan olahraga, Banjarbaru Burhanuddin Noor saat membawa rombongan berkinjung ke markas BPost Group, Kamis (23/5).

Tahun ini lanjut Burhanuddin event Begarakan Sahur akan memasuki tahun ke XIV. Panitia akan menyiapkan event tambahan seperti Tanglong, Pasar Ramadan dan buka puasa bersama.

"Biar Ramadan tahun ini lebih meriah kita akan banyak menggelar kegiatan kebudayaan," lanjut dia didampingi Syarifullah Kabid Kebudayaan dan sejumlah stafnya.

Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group, H Gusti (Pangeran) Rusdi Effendi AR yang menerima rombongan mengaku selalu menyambut baik kegiatan menggaungkan banua.

"Tapi saya mengusulkan kegiatan nanti harus disingkronkan. Misalnya kalau malam selikur ya seharusnya digelar tepat pada alam selikur itu," jelas dia.

Adolf, Event 0rganizer Mahardika pelaksana kegiatan tersebut menambahkan perbedaan dari tahun lau ada pada hadiah.

"Hadiah akan ditingkatkan mejadi Rp 142 juta dimana sebelumnya hanya Rp 114 juta," tandas dia.

21 Siswa di Balangan Tidak Lulus

PARINGIN - Prosentase kelulusan di Balangan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Perlu diketahui tahun ini angka kelulusan di Balangan hanya 95,67 persen sementara itu tahun sebelumnya angka kelulusan di Balangan 99.60 persen.

Kabid Dikmen Balangan saat dikonfirmasi tak menampik menurunnya angka kelulusan di Balangan.

"Ia turun ada 21 siswa kita tak lulus UN," tandasnya.

15 Peserta UN SMA Tak Lulus di Tapin

RANTAU - Dari 1.332 peserta Ujian Nasional (UN) SMA/sederajat di Tapin, tingkat kelulusan 98,87 persen atau hanya 15 peserta yang tidak lulus dan semuanya dari SMA.

Berdasarkan data dikmen disdik Tapin untuk SMK dan MA lulus seratus persen, hanya SMA saja yang tidak lulus, yang terdiri SMAN Binuang 11 orang, SMAN1 Tapin Selatan 1 otang, SMAN1 Rantau 1 orang SMA A Yani Pura Binuang 2 orang.

Menurut Kabid Dikmen Disdik Tapin, Abubakar, tingkat kelulusan SMA/sederajat di Tapin tahun ini sedikit menurun dari tahun lalu. Dengan persentase pada tahun lalu tingkat kelulusan 99,88 persen sedangkan tahun 2013 dengan persentase 94,78. Persen.

Pantauan BPost di SMAN1 Rantau, pengumuman kelulusan diwarnai suasana haru. Para peserta tampak mengucurkan air mata saat berjabat tangan dengan dewan guru di bawah alunan lagu-lagu nasional.

Sementara itu, rasa penasaran menggeluti hati siswa-siswi terkait Pengumuman kelulusan UN 2013. Tak terecuali di Banjarbaru.

Siswa dibuat syok mendengar kabar dari media dan televisi banyak yang tak lulus.

"Aduh aku gimana nih, lulus tidak ya. Di provinsi lain saya lihat berita di TV banyak yang tak lulus," ujar salah satu siswi, Anjraini Liliatri.

Meski pengumuman diberitahukan ke orangtua dengan undangan di sekolah siswa tetap mendampingi orangtua mereka.

Kalsel Juga Miliki Kapal Perang KRI Banjarmasin

BANJARMASIN -Selain KRI Hasan Basri, perairan Kalimantan Selatan juga akan disinggahi kapal perang KRI Banjarmasin bernomor 592.

Tidak hanya sekedar singgah, KRI yang dibuat di PT. PAL Indonesia, Surabaya ini juga akan dikukuhkan sebagai kapal perang Indonesia.

"Kapal yang memakai nama daerah harus dikukuhkan didaerah sesuai namanya," ujar Komandan Lanal Banjarmasin Letkol (P) Datu Rusman saat berkunjung ke Banjarmasin Post Group, Kamis (23/5).

Kapal ini yang dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur beserta kelengkapannya ini rencananya akan dikukuhkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL)

"Pengukuhan rencananya dilakukan di Pelabuhan Trisakti," ujar Dato.

Dato menjelaskan kapal ini juga mampu mengangkut tiga buah helikopter. Selain sebagai kapal tempur, kapal yang berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.

Dato datang ke Banjarmasin Post Group bersama Komandan Lanud Sjamsuddin Noor Letkol PNB Esron Sb Sinaga.

Suasana penuh guyon dan canda tawa mewarnai silaturahmi dua pimpinan TNI dan pimpinan Banjarmasin Post Group seperti Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group, H Gusti (Pangeran) Rusdi Effendi AR, Pemimpin Redaksi, Yusran Pare, Pemimpin Perusahaan, A Wahyu Indriyanta dan petinggi lainnya.

Umat Buddha Kalsel Merayakannya di Vihara Dhammasoka

BANJARMASIN -Umat Buddha memperingati Waisak 2557/ 2013, dan umat Buddha Kalsel akan merayakannya di Vihara Dhammasoka, Jalan Piere Tendean Banjarmasin, Sabtu (25/5). Tema Waisak tahun ini adalah Keteladanan Dasar Kemulian.

Kepala Vihara Dhammasoka, Bhante Saddhavira mengatakan, keteladanan memerlukan pembenahan sikap diri terlebih dulu sebelum seorang pantas menjadi contoh bagi orang lain. Pembenahan sikap diri sendiri sesungguhnya sangat dianjurkan dalam ajaran Buddha.

Pada peringatan Waisak di Vihara Dhammasoka dimulai dengan Pindapata, tradisi kehidupan Buddha menerima persembahan dana makanakan kebutuhan hidup. Bikkhu memberi kesempatan kepada umat untuk berbuat baik.

"Bhikkhu bukan meminta-minta pada prosesi itu, tetapi memberi kesempatan umat untuk berbuat baik. Acara dimulai dari pukul 08.30 Wita setelah itu dilanjutkan menyambut detik-detik Waisak tepatnya pukul 11 lewat 24 menit, 39 detik Waktu Indonesia Barat," katanya.

Sebelum tiba detik-detik Waisak itu didahului dengan do'a-do'a untuk para leluhur, kepada pahlawan. Umat berkumpul di Dhammasoka untuk memperingati detik-detik Waisak

Dayak Tapin Tak Hadir pada Mubes III LMMD Kalsel

BANJARMASIN -Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak (LMMD) Kalsel menggelar Musyawarah Besar III di gedung Saraba Sanggam Kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (25/5).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan LMMD Kalsel sebanyak 89 orang dari tujuh kabupeten Tabalong, HSS, HST, Kotabaru, Balangan, Banjar, Tanah Bumbu.

"Hanya perwakilan Tapin yang tidak hadir," ujar panitia sekaligus sekretaris LMMD Kalsel, Dana Lumur dalam sambutannya.

Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Kalsel yang diwakili asisten I Bidang Pemerintahan Suharjo, Danrem 101 Antasari diwakili Kasi Pers Mayor Sugiono, Kepala Kesbanglinmas, Herman Taufan.

Erni GS Raih Nilai Tertinggi UN di SMAN 1 Rantau

Erni Gresika Santri meneteskan air mata saat namanya disebut sebagai peraih nilai tertinggi UN di SMAN1 Rantau, dengan nilai (NA) 47,00.

Air matanya terus mengalir, beberapa kali menyeka air matanya. "Ulun gugup, tidak menyangka meraih nilai UN tertinggi," ucap Erni kepada Bpost, Sabtu (25/5).

Memang di sekolah Erni selalu rangking terbaik, tetapi saat UN, Erni tidak terlalu pede menjadi peraih nilai terbaik, sebab mungkin ada yang lain yang lebih baik, jelas gadis berusia 17 ini.

Anak keluarga PNS ini hasil UN-nya sangat fantastis, di antaranya pelajaran Bahasa Indonesia 8,20, Kimia, 8,50, Biologi 8,25, bahasa Inggris 7,00.

Menurut Erni dirinya akan melanjutkan kuliah kedokteran, sebab di daerah masih kekurangan dokter, sementara masyarakat ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik. "Kiat sukses UN harus giat belajar, ibadah dan restu orangtua," pungkas Erni Gresika Santri

Agus Tewas Ditusuk Rekan yang Mabuk

BANJARMASIN -Satu lagi nyawa melayang sia-sia akibat pengaruh minuman keras (miras). Kali ini korbannya, Agus Tri Subakti (39) yang tewas di tangan Johan alias Ohan, rekannya yang sedang mabuk.

Warga Gang Bakti RT 11 RW 2, Teluk Tiram, Kelurahan Telawang ini tewas ditusuk Ohan saat dia dalam keadaan mabuk berat Jumat (24/5) 18.30 Wita.

Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Ipur Handayani mengatakan usai menusuk, Ohan langsung kabur. Namun setelah beberapa jam kemudian Ohan dibekuk di rumahnya di Telawang tidak jauh dari rumah korban. "Ohan dibekuk jam 2 malam tadi," ujar Ipur, Sabtu sore.

Warga Kaget Aseng Sudah Terbujur Kaku di Rumah Kontrakan

BANJARMASIN - Rumah kontrakan yang terbuat dari kayu berukuran kecil milik Halil di Jalan KS.Tubun Gang II Damai Ujung Rt 19 no 21 Banjarmasin tiba-tiba dikerumuni sejumlah warga sekitar, Sabtu (25/5) pukul 17.00 Wita.

Hal itu disebabkan penghuni rumah sekaligus pengontrak, Aseng (53) ditemukan tergeletak tidak bernyawa di lantai. Aseng yang tinggal sendiri ini tertelungkup di samping kursi rodanya. Dilantai warga melihat ada darah tercecer dan kotoran korban.

Awalnya, warga menduga Aseng menjadi korban pembunuhan namun saat diperiksa tidak ada bekas luka di tubuh Aseng.

Untuk memastikan hal itu warga dibantu tim rescue Banjarmasin mengevakuasi Aseng ke kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin.

Menurut penuturan warga sekitar, Aseng yang tidak diketahui asal usul dan keluarganya ini sudah seminggu mengontrak rumah Halil. "Orangnya tertutup jarang keluar dan baru seminggu mengointrak rumah," sebut warga yang tidak mau menyebutkan namanya ini.

Tanbu Rujukan Survei PNBP Pertambangan

BATULICIN -Kabupaten Tanahbumbu menjadi daerah rujukan tim bentukan Kementerian Keuangan berasal dari Universitas Indonesia dan Bank Dunia.

Kehadiran tim itu di Tanbu untuk melakukan survei pengelolaan penerimaan daerah dari sektor pertambangan. Survei tim sekaligus mencari format terbaik pola penerimaan negara bukan pajak (PNBP) khusus bidang pertambangan.

Apabila pola yang diterapkan di kabupaten Tanahbumbu saat ini dinilai baik dibanding daerah lainnya. Maka tim itu akan merekomendasikan pola tersebut diusulkan kepada Kementerian ESDM untuk diterapkan di seluruh Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tanahbumbu, Dwijono, untuk di Kalsel yang terpilih disurvei tim itu, Kabupaten Tanahbumbu dan Kotabaru. Tim survei itu juga akan meneliti pola PNPB di Sulawesi, Papua dan Sumatera.

"Sementara ini tanggapan dari tim itu positif. Bahwa selama ini pola yang kita terapkan PNPB cukup diakui. Sangat minimal sekali terjadinya kebocoran-kebocoran dibandingkan ala PKP2B," katanya

Kamis, 23 Mei 2013

Angin Kencang,9 Pustu Rusak

PALANGKA RAYA-Beberapa waktu lalu, Kota Palangka Raya mengalami hujan dan angin yang sangat kencang. Hal tersebut menyebabkan sembilan Pukesmas Pembantu (Pustu) di wilayah kota Palangka Raya rusak. Kerusakan Pustu itu, langsung mendapatkan perhatian dari Sudarmini dengan langsung mengerahkan anggotanya untuk melakukan pendataan atas kerusakan yang terjadi pada sembilan pustu tersebut. "Ketika angin beserta hujan beberapa waktu lalu, ada sembilan Pukesmas yang mengalami kerusakan diantaranya adalah Pustu Mendawai, Pustu Panarung dan Pustu di Jalan Tjilik Riwut kilo meter 7. Berdasarkan hasil pendataan dan laporan dari masing-masing Pustu, kerusakan yang terjadi cendrung pada bagian atap Pustu yang terbang ditiup angin,"pungkasnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. Lanjutnya, setiap Pustu tersebut sudah dilakukan perbaikan agar tidak merusak kebagian-bagian yang lainnya, apalagi pada bagian atap merupakan bagian inti dari rumah. "Kerusakan atap sengnya sudah diganti dan dipasang, baik itu dengan yang baru atau masih menggunakan atap yang lama. Sebab kalau Pustu itu di didekat air pastinya sengnya tenggelam, sehingga harus diganti dengan yang baru,"ujarnya.

Masyarakat Kurang Sadar Akan Kebersihan

PALANGKA RAYA-Kurang lebih 15 tahun lamanya, Piala Adipura yang merupakan penghargaaan tertinggi dalam bidang kebersihan lingkungan tidak lagi pernah mampir lagi ke Kota Palangka Raya. Padahal, dari tahun ketahun, Pemerintah Kota terus berupaya untuk bisa meraih kembali Adipura tersebut. "Kita selalu membenahi setiap hasil penilaian yang diperoleh dari tim Adipura, apa yang masih rendah agar bisa kita tingkatkan lagi," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palangka Raya Nuh Gufran Ahmad saat dibincangi sejumlah wartawan di Balai Kota Jalan Tjilik Riwut Km 5, Jumat (17/5) pagi. Gufron menjelaskan, faktor utama penyebab Kota Palangka Raya tidak berhasil mendapat penghargaan dalam bidang kebersihan adalah masalah sampah yang sampai saat ini masih belum bisa teratasi dengan baik. "Kendati kita memiliki ruang terbuka hijau yang masih bagus, akan tetapi jika sampah kurang tertangani maka akan berpengaruh juga kepada penilaian Adipura," katanya. Dikatakan Nuh, untuk mengatasi permasalahan sampah, yang menjadi kendala gagalnya Kota Palangka Raya meraih Adipura karena kurangnya kesadaran masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus dilibatkan dalam aksi kebersihan, minimal dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing. "Disinilah peran Lurah, RW dan RT sangat dominan untuk bisa menjadi penggerak bagi warga di lingkungannya, sehingga jangan hanya menunggu pemko yang mengajak melakukan kegiatan kebersihan," jelasnya. Ditambahkan, tidak bisa dipungkiri bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masih kurang, sehingga dengan gagalnya meraih Adipura, akan tumbuh kesadaran yang lebih baik lagi guna mendukung program pemko dalam upaya menjaga kebersihan. "Jika masyarakat kita ajak berdialog, maka akan terjalin kerja sama yang baik dalam mengatasi permasalahan sampah yang menjadi penyebab kegagalan meraih Adipura. Kita juga tidak bisa mengelak dan pemko harus lebih siap berbenah meski perlu waktu, dana dan dukungan partisipasi masyarakat untuk itu semua," pungkasnya.

Isu Kenaikan Harga Resahkan Warga Kota

PALANGKA RAYA-Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rencananya akan direalisasikan pada bulan depan meresahkan warga Kota Palangka Raya. Karena hal ini akan berdampak pada kenaikan harga-harga sembako dipasaran. Untuk itu, Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palangka Raya agar perketat pengawasan terhadap kenaikan harga barang terlebih lagi menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. "Kepada instansi terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap perubahan harga barang yang dikonsumsi masyarakat khususnya sembilan bahan pokok,"ujar Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia saat dibincangi Kalteng Pos, Sabtu (18/5) siang. Dikatakan Riban, tidak bisa dipungkiri dengan datangnya Bulan Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan barang pasti ada yang mengalami kenaikan. Terlebih lagi, tingginya permintaan konsumen dengan stok yang terbatas. Menurutnya, untuk menekan dan mengendalikan harga kebutuhan pokok dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau, biasanya Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya akan menggelar operasi pasar yang berlangsung di beberapa lokasi yang berbeda. "Dengan kegiatan operasi pasar, betul-betul bisa terlaksana dan terkendali dengan baik dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar memerlukannya," katanya. Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kota Palangka Raya Djuan menyatakan, operasi pasar setiap tahun diselenggarakan sebagai salah satu upaya membantu masyarakat kurang mampu dan menekan lonjakan harga bahan kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri. "Setidaknya operasi pasar ini nantinya dapat membantu masyarakat yang mengalami dampak langsung akibat langsung kenaikan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat," paparnya.

Saat Ini Warga Tanyakan Pendistribusiannya

PALANGKA RAYA-Pendistribusian Liquid Petrolium Gas (LPG) yang dinanti-nantikan oleh warga Kota Palangka Raya, kini masih menjadi sebuah pertanyaan. Pendataan nama-nama dari warga sudah dilakukan beberapa waktu lalu, akan tetapi kepastian pendistribusian pun masih belum pasti, karena dari pihak Pemerintah Kota Pun masih menunggu hasil usulan yang telah disampaikan ke Pusat. Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Sanijan S Toembak mengungkapkan, memang benar hampir sekitar 40 ribu lebih warga di Kota Palangka Raya, sudah didata untuk mendapatkan LPG. "Akan tetapi data itu akan kembali diverifikasi oleh masing-masing kelurahan, agar pendistribusian LPG itu bisa tepat pada sasarannya."ucapnya saat diwawancarai di Balai Kota Palangka Raya, belum lama ini. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu kepastian dari pusat untuk melakukan pendistribusian, sebab untuk pendistribusian itu sendiri akan dilakukan secara bertahap. "Untuk tahap pertama nantinya ada sekitar 22 ribu warga, dan itu juga harus diverifikasi kembali. Karena yang nantinya mendapatkan pendistribusian LPG itu memang harus benar-benar warga yang tidak menggunakan LPG,"ucapnya. Lanjutnya, apabila pendistribusian itu dilakukan secara bersamaan, maka akan menyebabkan keterlambatan itu semakin menjadi-jadi. Karena tidak mungkin untuk sekaligus melakukan evaluasi dengan jumlah data sebanyak 40 ribu dengan waktu yang singkat. "Oleh sebab itu, pendistribusian LPG ini akan dilakukan secara bertahap. Untuk warga sendiri diharapkan untuk bersabar, karena data-data warga dari setiap Kelurahan maupun Kecamatan sudah di sampaikan ke pusat. Sehingga saat ini kita bersabar saja mengikuti prosedur yang ada,"jelasnya.

Ada Sekolah Jual beli bangku dan Seragam

PALANGKA RAYA-Selain jual beli bangku, juga ada oknum sekolah yang menjual atau memungut biaya untuk seragam siswa baru. MEnanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palangka Raya mengingatkan seluruh sekolah baik negeri maupun swasta, pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak menjual pakaian seragam kepada siswa yang diterima. "Kecuali anak tersebut memang tidak mempunyai seragam sekolah dan meminta sendiri membeli seragam dari sekolah, itu masih diperbolehkan," ucap Kepala Disdikpora Kota Palangka Raya Drs Ikhwanudin Msi saat dibincangi Kalteng Pos di ruang kerja Jalan RA Kartini, Jumat (17/5) siang. Dikatakan, dengan sekolah menjual seragam kepada siswa baru, apalagi bagi keluarga yang tidak mampu, maka akan membebani orang tua dan menambah biaya pengeluaran saat tahun ajaran baru. "Pihak sekolah harus memberikan kebebasan bagi para orang tua/wali untuk membeli pakaian seragam di luar dan tidak adanya paksaan agar siswa harus memiliki seragam yang dikeluarkan dari sekolah," tuturnya. Untuk itu, Disdikpora mengingatkan sekolah agar tidak melakukan kebijakan yang tidak berdasar tersebut. "Memang saat ini, Disdikpora masih belum memberi tindakan bagi sekolah yang menjual pakaian seragam, misalkan mencopot kepala sekolah dari jabatannya," katanya. "Kedepan, tidak menutup kemungkinan kita akan mengambil sanksi tegas untuk memberi efek jera bagi sekolah yang mengharuskan para orang tua siswa membeli pakaian seragam," tambahnya.

Kampanye,Langgar Lalu Lintas Ditindak

PALANGKA RAYA-Memasuki musim kampanye yang dilakukan oleh warga Kota Palangka Raya hendaknya lebih berhati-hati dan tetap menaati aturan berlalu lintas. Apabila ditemukan para masyarakat yang melakukan pelanggaran dan tidak menaati aturan berlalu lintas Satuan Lalu Lintas Polres Palangka Raya akan melakukan tindakan tegas. Misalnya konvoi kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kejadian kecelakaan, untuk itu para masyarakat yang mengikuti kampanye harus benar-benar memperhatikan. 

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Palangka Raya AKBP Hendra Rochmawan melalui Kasat Lantas AKP Joko Agung Purnomo. Menurutnya, pihaknya ingin para masyarakat agar benar-benar bisa mengikuti kegiatan dengan lancar dan aman sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi beberapa waktu lalu terlihat masih saja ada masyarakat yang menggunakan kendaraan tidak menggunakan helm dan berboncengan tiga orang. Selain itu juga pada saat naik diatas mobil hendaknya untuk tetap mewaspadai serta benar-benar diperhatikan. 

Kami ingin agar benar-benar diperhatikan sehingga mampu mengurangi tindakan laka lantas. Apabila masih ada yang nekat bertindak semaunya kami akan tindak dan dikenakan tilang, ucapnya. Pelanggaran yang ditindak seperti melanggar rambu lalu lintas dan tak memakai helm, selain itu berboncengan motor bertiga. Apabila dilakukan dengan benar dan tidak melakukan pelanggaran pihaknya tidak akan melakukan peringatan sehingga akan diberikan pengawalan. Apa yang dilakukan ini demi kebaikan bersama sehingga masyarakat bisa berjalan dengan baik dan tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Kami ingin semuanya berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Polisi juga akan memberikan ruang dan membantu jalannya kampanye yang dilakukan menggunakan kendaraan, pungkasnya.

Disperindagkop Jamin Ketersediaan Sembako Aman

PALANGKA RAYA -  Menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terlebih lagi pada Bulan Suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palangka Raya menjamin ketersediaan komoditas sembilan bahan pokok di daerah tetap aman. "Kami akan terus mengawal ketersediaan sembako untuk mencegah terjadi kelangkaan di pasaran, ucap Kepala Disperindagkop Kota Palangka Raya Djuan saat dibincangi Kalteng Pos saat dibincangi Kalteng Pos di Halaman Balai Kota Jalan Tjilik Riwut Km 5, Senin (20/5) pagi. Dijelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kelangkaan bahan-bahan pokok menjelang kenaikan bahan bakar minyak maupun akan memasuki bulan suci Ramadhan karena stok masih melimpah dan tidak ditemukan oknum agen distributor yang menimbun kebutuhan pangan. 

Saat ini pun, pendistribusian bahan pokok dari luar daerah masih berjalan lancar hingga masuk ke sejumlah pasar tradisional di Kota Cantik Palangka Raya, jelasnya. Dikatakan, lancarnya pendistribusian bahan pokok dari luar daerah, karena adanya kerjasama dan pengertian yang baik terutama dari agen distributor yang bisa membantu pemerintah daerah dalam penyediaan pangan dengan tidak menimbun kebutuhan bahan pokok. Ada sejumlah harga komoditas pangan menurun akibat ketersediaan pasokan yang melimpah di pasaran. 

Kita juga menjamin ketersediaan pangan untuk kebutuhan selama puasa dan lebaran tidak akan ada masalah dan jika pun ada kenaikan harga, masih dalam batas kewajaran, katanya. Ditambahkan, apabila terjadi lonjakan harga-harga bahan pokok, pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga agar masyarakat berpenghasilan ekonomi kecil mampu membeli bahan pokok. Akan tetapi pihaknya tetap melakukan pengawalan dan pengawasan serta evaluasi dan pelaporan untuk mencegah kelangkaan pangan. 

Pada intinya Pemerintah Kota (Pemko) harus menjaga stabilitas harga dan kecukupan pangan serta meningkatkan kelancaran arus barang, paparnya

Palangka Raya Juara Umum STQ Tingkat Provinsi

PALANGKA RAYA-Kafilah STQ Kota Palangka Raya berhasil mengharumkan nama Kota Palangka Raya dengan berhasil menjadi juara umum Pelaksanaan STQ (Seleksi Tilawatil Quran) ke XIX Tingkat Provinsi Kalteng di Kabupaten Lamandau.

Kita sangat mengapresiasikan kepada Kafilah yang telah berjuang maksimal sehingga Kota Palangka Raya berhasil menjadi juara umum pada STQ ke XIX Tingkat Provinsi Kalteng di Kabupaten Lamandau, ucap Asisten I Setda Kota Palangka Raya Ir Muhladun saat menerima piala bergilir juara umum dari Wakil Gubernur Kalteng Ir H Achmad Diran di Kabupaten Lamandau, Jumat (17/5) malam. Dijelaskan, acara yang berlangsung dimulai dari 13-17 Mei 2013 ini terdiri dari berbagai cabang diantaranya juara 1 golongan remaja cabang Qari, cabang Hafizhah (Hifzil Alquran golongan 1 juz dan Tilawah), Qariah (golongan Qira at Sabah), Hafizh (golongan 50 juz), Khaththathah (golongan hiasan Mushaf) serta merebut juara di cabang lainnya. 

Kemennagan ini merupakan buah dari perjuangan yang maksimal dan kerja keras serta latihan yang selama ini dilakukan para Kafilah, ujar Muhladun. Dirinya berharap kedepan para Kafilah Kota Palangka Raya dapat mempertahankan piala tersebut serta mendapatkan hasil yang lebih baik lagi pada acara STQ selanjutnya. Mudahan-mudahan Kafilah kita jangan terlena dengan mendapatkan juara ini dan terus latihan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, paparnya

Pasar Datah Manuah Masih Mangkrak

PALANGKA RAYA - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi Kota Palangka Raya pernah berjanji bahwa pada tahun 2012 lalu pasar Datah Manuah yang terletak di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya ini sudah bisa operasi khusunya dilantai dasar. Sayangnya hingga kini masih terbengkalai, dan tidak ada titik terang pembangunan Pasar Datah Manuah. Warga sekitar mengungkapkan, dinas terkait kurang jeli dalam menganalisa, buktinya hingga kini tidak ada gambaran mengenai kelanjutan pasar Datah Manuah tersebut. Akhirya, pembangunan pasar yang memiliki 120 blok di Blok A dan 80 blok pada Blok B tersebut sudah lama sekali tidak bisa operasional bahkan terkesan mubazir.

Jika ini terus dibiarkan, fasilitas yang ada jadi rusak dan tak bisa dimanfaatkan, ungkapnya singkat. Berdasarkan pantauan, kondisi pasar itu mulai memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan yang sudah dalam keadaan rusak. Misalnya atap dari fiber yang sudah lepas akibat lapuk termakan usia, tembok yang mulai retak, pintu roll yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Belum lagi blok bagian belakang pasar Datah Manuah, yang kondisinya sudah tidak rawat sama sekali. Bahkan terkesan angker karena rimbun ditumbuhi rumput dan semak-beluka

Banyak Makanan Mengandung Zat Berbahaya

PALANGKA RAYA-Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kota Palangka Raya, banyak makanan belum siap saji yang mengandung zat berbahaya. Maka, agar tercipta hidup sehat di lingkungan warga Kota Palangka Raya dan terhindar dari zat-zat tersebut, BPPKP Kota Palangka Raya mengadakan Sosialisasi Keamanan Pangan Segar. Pada acara yang dihadiri sekitar 50 orang tersebut, mereka diajak untuk lebih mengetahui tentang makanan yang tidak menganduk zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, seperti zat formalin dan pestisida. Sebab zat-zat seperti itu lebih cendrung berada pada sayur-sayuran, buah-buhan dan ikan basah..

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Kota Palangka Raya sudah banyak makanan yang belum siap saji yang telah mengandung zat berbahaya, oleh karena itu BPPKP melakukan penyuluhan ini,  ungkap Kepala Dinas Kota Palangka Raya Melati Fauziah. Menurutnya, berdasarkan hasil dari hasil tes yang dilakukan sudah menunjukkan ada zat formalin dan pestisida. Meskipun masih diambang batas. Akan tetapi kalau di konsumsi setiap hari, pastinya akan berbahaya untuk tubuh. Lanjutnya, kepada pembeli ataupun konsumen seperti ibu-ibu rumah tangga yang mengurusi makanan untuk keluarganya, agar selalu berhati-hati untuk memilih makanan yang aman untuk keluarga. Misalnya dalam memilih ikan, lebih bagus yang ada lalatnya. Sebab kalau ada lalatnya di pastikan ikan itu tidak ada formalinnya. 

Sedangkan untuk sayuran-sayuran sendiri jangan memilih yang terlalu mulus, sebab sayuran atau buah-buahan yang terlihat mulus tanpa ada cacat. Biasanya pada saat di produksi banyak sekali di semprotkan pestisida, katanya. Disamping itu, diharapkannya untuk para petani khususnya binaan dari BPPKP agar tidak sering menyemprotkan pada produknya, seperti sayur-sayuran dengan menggunakan pestisida. Sebab kalau kebanyakan melakukan penyemprotan, dipastikan sayuran itu tidak aman untuk dikonsumsi. ,Walau pun sudah dicuci dengan air yang bersih dan mengalir, untuk zat itu sendiri tidak akan hilang. Hanya saja dengan mencuci menggunakan air yang mengalir akan mengurangi zat berbahaya tersebut,,ulasnya.

Kampanye, Jangan Langgar Lalu Lintas!

PALANGKA RAYA-Memasuki musim kampanye yang dilakukan oleh warga Kota Palangka Raya hendaknya lebih berhati-hati dan tetap menaati aturan berlalu lintas. Apabila ditemukan para masyarakat yang melakukan pelanggaran dan tidak menaati aturan berlalu lintas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Palangka Raya akan melakukan tindakan tegas. Misalnya konvoi kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kejadian kecelakaan, untuk itu para masyarakat yang mengikuti kampanye harus benar-benar memperhatikan. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Palangka Raya AKBP Hendra Rochmawan melalui Kasat Lantas AKP Joko Agung Purnomo.

 Menurutnya, pihaknya ingin para masyarakat agar benar-benar bisa mengikuti kegiatan dengan lancar dan aman sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi beberapa waktu lalu terlihat masih saja ada masyarakat yang menggunakan kendaraan tidak menggunakan helm dan berboncengan tiga orang. Selain itu juga pada saat naik diatas mobil hendaknya untuk tetap mewaspadai serta benar-benar diperhatikan. "Kami ingin agar benar-benar diperhatikan sehingga mampu mengurangi tindakan laka lantas. Apabila masih ada yang nekat bertindak semaunya kami akan tindak dan dikenakan tilang,"ucapnya. Pelanggaran yang ditindak seperti melanggar rambu lalu lintas dan tak memakai helm, selain itu berboncengan motor bertiga. Apabila dilakukan dengan benar dan tidak melakukan pelanggaran pihaknya tidak akan melakukan peringatan sehingga akan diberikan pengawalan. Apa yang dilakukan ini demi kebaikan bersama sehingga masyarakat bisa berjalan dengan baik dan tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami ingin semuanya berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Polisi juga akan memberikan ruang dan membantu jalannya kampanye yang dilakukan menggunakan kendaraan,"pungkasnya

Guru Non PNS Mendapatkan Insentif

PALANGKA RAYA-Sebanyak 750 orang guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terdiri dari TPA, Sekolah Minggu, Pasraman pada tahun 2013 ini, akan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Palangka Raya. Penghargaan itu berupa insentif sebesar Rp250 ribu perbulan. Karena para guru non PNS pembimbingan TPA, Sekolah Minggu dan Pasraman, telah melakukan kewajibannya dengan mengajar secara tulus kepada para penerus bangsa. Tanpa memikirkan sebuah gaji yang diterimanya di setiap bulan. Hal itu terungkap saat Sosialisasi Guru Non PNS Pembimbingan TPA, Sekolah Minggu, Pasraman Kota Palangka Raya, yang dihadiri oleh guru-guru non PNS, di Gedung Palampang Tarung, Rabu (22/5) pagi. 

Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia, mengatakan, terima kasih kepada para guru-guru yang belum berstatus PNS, tetapi tetap berjiwa besar untuk memberikan sebuah pendidikan bagi penerus bangsa. "Sehingga, pemerintah memberikan sebuah penghargaan berupa uang. Walaupun tidak begitu banyak, semoga saja dengan uang sebesar Rp250 ribu setiap bulannya ini kepada 750 orang guru non PNS, membuat para guru bersemangat untuk mencerdaskan para penerus bangsa kita,"jelasnya saat diwancarai, Rabu (22/5) siang. Sekarang ini, sebut dia, memang pada saat ini hanya para guru Taman Kanak-kanak yang baru mendapatkan dana tersebut. "Tetapi kedepannya nanti, Pemerintah akan membuat program-program baru untuk para guru di setiap jenjang sekolah,"pungkasnya.

Akan lebih Optimal Motivasi Anak Usia Dini

Kemarin (22/5), merupakan hari berbahagia bagi guru Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Maklum, para guru-guru ini, merayakan HUT ke-63 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Palangka Raya, Rabu (22/5). SEPERTI diketahui, pendidikan pada usia kanak-kanak, memiliki arti yang sangat penting dalam meletekkan dasar pembentukkan karakter dan potensi anak. Melalui para guru TK, RA dan PAUD ini, anak-anak akan dimotivasi untuk menyalurkan potensi dan bakatnya dengan lebih maksimal. 

Ketua Panitia HUT IGTK PGRI, Mujilah SPd mengungkapkan, pada perayaan ke-63 ini, pihaknya mengambil tema: Mengembangkan terus organisasi profesi yang kuat, sehat dan bermartabat, bersatu dalam visi memajukan pendidikan anak usia dini. "Dengan harapan, agar para guru yang hadir pada perayaan HUT ke-63 IGTKI   PGRI ini, akan lebih meningkatkan lagi potensinya dalam mengajar anak-anak. Baik itu di TK, RA dan Paud. Untuk mewujudkan generasi pemimpin bangsa yang sehat, cerdas, cermat dan berakhlak mulia,"jelasnya, Rabu (22/5) siang. Acara itu tidak hanya dihadiri oleh para guru dan anak-anak saja. Tetapi juga di hadiri Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia. Riban mengatakan, dengan bergabungnya guru-guru TK dalam suatu wadah yaitu IGTKI-PGRI akan menciptakan sebuah prinsip-prinsip profesional yang sudah dimiliki oleh seorang guru. "Oleh karena itu, peran dan profesional guru taman kanak-kanak akan lebih dapat dioptimalkan melalui sharing dan bertukar informasi antar sesama anggota. Untuk lebih meningkatkan lagi sebuah mutu pendidikan di kota Palangka Raya,"terangnya.

Palangka Raya Tampil Memukau

RAYA-Hatue-Bawi (putra-putri,red) parawisata utusan Palangka Raya tampil eksotik, dalam malam unjuk bakat peserta pemilihan putra dan putri patiwisata Kalteng FBIM Tahun 2013, Selasa (21/5) malam. Pasangan andalan Kota Cantik ini, Efraim Ateng dan Riska Kurniasi, menampilkan sisi kamanusian pada malam itu. Seperti terlihat dari tarian bertemakan Hatangku Hasang Haluk. Sedangkan ornamen yang digunakan yaitu Dandang Tingang merupakan bunga selamat bagi masyarakat Dayak Ngaju. Ornamen itu, menggambarkan manusia sebagai pemelihara lingkungan dan pribadinya. Tanduk muang memiliki nilai hidup yang dipercaya sebagai cerminan hidup yang sederhana dan tidak merusak lingkungan. Ornamen terakhir yang digunakan Kalawit, yaitu menunjukan pohon rambat yang hidup di hutan Kalteng dan mempunyai hubungan tinggi, persatuan dan kesatuan antara sesama manusia. "Pada kesempatan malam ini (kemarin,erd), kami akan memperlihatkan tarian Riak Karenteng Tingang, tarian ini mengisahkan tentang semangat oloh itah," ujar Riska, disambut tepuk tangan meriah penonton. Kegiatan ini, diikuti oleh perwakilan dari 11 kabupaten dan 1 kota. Sebagai rangkaian acara dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2013 dalam rangka peringatan HUT ke 56 Kalteng. Rencananya Kamis (23/5) malam, diadakan perayaan puncak dengan pesta kembang api dan menghadirkan sejumlah artis ibukota. "Rencananya malam puncak akan dihadiri juga oleh Gubernur Kalteng dan sejumlah pejabat lainnya. Juga akan diadakan pesta kembang api,"kata Ketua Panitia, Saidina Aliansyah,

Wali Kota Tinjau Korban Kebakaran

PALANGKA RAYA-Sebagai bentuk kepedulian dan ingin mengetahui kondisi warganya yang tertimpa musibah kebakaran di Jalan Seram, Selasa (21/5) malam, Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia, langsung mendatangi para korban. Kedatangan wali kota ini, sekaligus menyerahkan bantuan yang telah dianggarkan melalui Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Sejumlah warga yang menjadi korban kebakaran menyambut gembira kedatangan Riban. 

Sekaligus menyampaikan harapan dan keluh kesahnya. Di tengah cuaca yang panas, orang nomor satu di Kota Palangka Raya ini dengan serius mendengarkan apa yang disampaikan korban. Baik dari awal kejadian kebakaran, sampai kepada langkah yang akan diambil korban terhadap rukonya yang terbakar. "Kita kesini untuk meninjau lokasi kebakaran dan memberikan bantuan kepada para korban yang mengalami musibah ini,"kata Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia, saat diwawancarai sejumlah wartawan di Jalan Seram, Rabu (22/5) siang. Dia mengharapkan, musibah kebakaran jangan sampai terjadi lagi di Palangka Raya. Pemilik toko, sebutnya, diimbau, dapat menjaga toko masing-masing. Termasuk yang menempel dan tidak terawat. "Kedepan, kondisi ini jangan terulang lagi karena sangat merugikan masyarakat dan korban yang tertimpa musibah," jelasnya.

Wali Kota yang mencalonkan kembali untuk periode kedua ini, mendoakan korban yang terkena musibah, diberikan ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan bangkit menjalankan usahanya kembali. Selain memberikan bantuan yang sudah dianggarkan, pada saat itu Wali kota juga memberikan bantuan melalui dana pribadi,untuk meringankan beban korban yang mengalami musibah tersebut.

Minggu, 19 Mei 2013

HRUM Tetap Bagi Dividen

Energy Tbk (HRUM) mencatatkan penurunan laba bersih perusahaan sebesar 20,2 % pada tahun 2012. Direktur Utama sekaligus Direktur Keuangan HRUM Ray Gunara mengungkapkan bahwa perseroan hanya mampu membukukan laba bersih perusahaan sebesar USD 132 juta dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencapai USD 165 juta.

Penurunan laba bersih perusahaan ini, utamanya disebabkan oleh rata-rata harga jual batu bara yang rendah tahun 2012 dibandingkan dengan 2011.

Meski begitu, kata Ray, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan HRUM yang digelar kemarin (17/5), perseroan dan pemegang saham menyetujui dilakukannya pembagian keuntungan perusahaan atau dividen kepada pemegang saham.

Pembagian dividen yang disepakati dalam RUPST adalah sebesar Rp 252 per saham, setara dengan Rp 681 miliar. Jumlah ini sama dengan 53 % dari total laba bersih perseroan.

"Walau di tengah kondisi sulit, kami berhasil mencatat hasil keuangan yang relatif baik. Kami berhasil mempertahankan kinerja kami dalam meningkatkan produksi tahunan kami dengan tetap mempertahankan profitabilitas," kata Ray di Jakarta, Jumat.

Hari Ini MTQ Tingkat KTT Digelar

Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-5 tingkat Kabupaten Tana Tidung (KTT), hari ini (12/3) resmi digelar. Total kontingen berjumlah 202 orang termasuk peserta dan official dari 4 kecamatan. Sebanyak 3 arena disiapkan dalam perlombaan tersebut. Selanjutnya, peserta yang berhasil keluar sebagai jawara kali ini akan diikutkan pada MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Malinau bulan Mei mendatang.

Ditemui saat meninjau disalah satu arena di Pendopo Djaparuddin, ketua panitia MTQ , Sehan M.Si menyebutkan, persiapan yang telah dilakukan pihaknya telah berjalan dengan baik. "Sudah mencapai 80 persen. Dan terus kita kebut dan matangkan konsep," ujarnya kepada Radar Tarakan, Senin (11/3) siang.

Sehan melanjutkan, persiapan juga dilakukan pada aspek penunjang acara, seperti akomodasi kontingen, transportasi, dan makanan. Untuk akomodasi, selain menyiapkan penginapan bagi kontingen, pihaknya juga menyiapkan rumah beberapa masyarakat untuk ditempati selama acara berlangsung. Transportasi pun demikian, akses mobilisasi kongtingen di ungkapkan Sehan dipastikan tersedia.

"Persiapan makanan kami telah membentuk tim, dimana melibatkan dari ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat)," urai pria yang juga Kepala Dinas dan Pengeloaan Aset (DP2A) ini. Dikatakan Sehan, persiapan maskimal yang dilakukan guna menyambut MTQ pada tahun 2014 mendatang, mengingat Tana Tidung didaulat sebagai tuan rumahnya.

"Ya, persiapan kiat harus metangkan, lancar hingga selesai. Sebab, ini juga merupakan salah satu indikator dimana KTT menjadi tuan rumah MTQ provinsi. Jadi ini mengukur progres pelaksanaan maupun peserta MTQ Tana Tidung," jelasnya. Terkait anggaran yang digelontorkan, Sehan menyebut bahwa, total biaya dalam pelaksanaan tersebut hingga selesai mencapai Rp 450 jutaan bahkan lebih untuk hal-hal biaya yang sekiranya diluar perhitungan.

Melengkapi, Sekertaris MTQ, Usman SPd merinci untuk seluruh jumlah kontingen. Kata Usaman, kontingen yang berasal dari Kecamatan Tana Lia berjumlah 55 orang, Sesayap sebanyak 65 orang, Sesayap Hilir sebanyak 65 orang dan Betayau sebanyak 17 orang. "Termasuk peserta, pelatih dan official. Sementara salah satu kecamatan baru, Muruk Rian, belum menurunkan pesertanya, mungkin di MTQ mendatang," ujarnya.

Lebih jauh Usman menerangkan, untuk akomodasi penginapan seluruh kontingen terbagi di beberapa tempat. Tana Lia akan menempati di salah satu hotel, untuk kontingen Sesayap, Sesayap Hilir serta Betayau semuanya menempati rumah masyarakat yang juga merupakan pejabat di beberapa instansi. Kalau untuk transportasi, kata Usman, rerata tiap kecamatan pihaknya telah menyiapkan 2 hingga 3 kendaraan untuk mobilisasi.

Tim kesehatan dan makanan? "Itu juga sudah kami koordinasikan dengan tim PKK yang nantinya terdiri dari 7 kelompok dan 5 orang tim kesehatan yang berpusat di Pendopo Djaparudin. Tim kesehatan ini juga akan mobiledari arena ke arena," papar Usman.

Baik Sehan maupun Usman, selain berharap dapat mensukseskan acara, pun berharap dengan MTQ kali ini, peningkatan kualitas pada peserta dapat tercipta. Hal ini dikarenakan target Tana Tidung untuk masuk 10 besar pada MTQ provinsi di Malinau yang tak lama lagi dihelat. "Ya, semoga masih dapat mempertahankan dari yang sudah ada yakni 8 besar dari 14 kabupaten kota se Kaltim," harapnya.

Tertib Taat Lalu Lintas Sedini Mungkin

Pengetahuan dan ketaatan dalam berlalu lintas sejak dini merupakan hal penting untuk diajari kepada anak siswa sekolah dasar (SD). Sehingga diharapkan dengan berbekal pengetahuan tersebut seluruh siswa dapat mengaplikasikan saat telah layak mengendarai kendaraan maupun sebagai pengatur lalu lintas kelak.

Nah, pengaturan kendaraan oleh beberapa siswa SD 001 Sesayap dilakukan di perempatan jalan tepatnya di depan kantor Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT), Rabu (20/3) pagi. Ruas jalan yang diatur oleh siswa SD yang berpakaian dan mengenakan atribut layaknya petugas Dinas Perhubungan atau Polisi Lalu Lintas itu yakni, Jalan Tana Abang, Aman Tawa, Ahmad Yani serta jalan turunan mengarah ke Jalan Sudirman. Setiap jalan diisi oleh dua siswa dengan memegang papan penanda stop dan pluit untuk mencegat atau mengarahkan pengguna jalan yang salah arah.

Kepala SD 001 Nursiah mengatakan, kegiatan yang ditunjukkan oleh siswanya tersebut merupakan pendidikan patroli sekolah yang diberikan oleh sekolah yang juga berdekatan dengan kantor bupati tersebut. "Kami menempatkan mereka di pos-pos yang biasanya rawan terjadi kecelakaan, selain itu diajarkan teknik melatih penyeberangan jalan," ujarnya, kemarin.

Pengetahuan siswa secara teknis tersebut diperoleh dari hasil kerja sama dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Tana Tidung. SD 001 sendiri mengirim sebanyak 20 siswa untuk mengikuti pelatihan tersebut. "Semua yang ikut kelas 4 dan 5 saja," kata Nursiah. Para pengatur lalin cilik itu bertugas dengan sistem jam sekolah. Biasanya dilakukan beberapa jam sebelum bel sekolah berbunyi.

Wahyu, siswa kelas 4 yang ikut mengatur lalin mengaku senang bisa menjalankan tugasnya tersebut. "Senang bisa mengatur lalu lintas langsung di jalan raya," pungkasnya.

Wajib lewati Kajian Lingkungan Hidup

Penerapan prosedur ketat diberlakukan bagi perusahaan yang akan mengeksplorasi sumberdaya alam (SDA) di Kabupaten Tana Tidung. Analisis mulai dari kajian sosial ekonomi hingga isu lingkungan menjadi aspek dalam dokumen yang mesti disisipkan sebelum benar-benar mulai menggaruk kekayaan yang terdapat di bawah tanah kabupaten termuda di Kaltim ini.

"Perusahaan apa saja yang akan beroperasi di KTT harus melewati kajian lingkungan hidup terlebih dahulu," tegas Kepala Kantor Lingkungan Hidup Tana Tidung Abu Bekar kemarin.

Abu mencontohkan, dalam waktu dekat ini ada satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit akan mendirikan pabrik CPO (Crude Palm Oil).

Namun, sebelum terlaksana, terlebih dahulu dilakukan kajian dokumen sebelum perusahaan tersebut beroperasi. Mekanismenya, draf itu nantinya akan dibedah dengan tim teknis lainnya seperti tim kehutanan, sosial ekonomi, kesehatan, pekerjaan umum, bahkan mengundang dari pakar akademik Universitas Borneo (UB) Tarakan.

"Pekan ini kami akan kaji semua mulai Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) hingga hal teknis lainnya," papar Abu.

Sejauh ini berapa perusahaan yang telah mendapatkan izin lingkungan ? Dikatakan Abu, pada 2012 Pemkab Tana Tidung melalui Bupati Undunsyah telah menerbitkan sekitar 8 izin kepada berbagai perusahaan. Artinya, semua perusahaan ini dinilai telah lulus dan layak untuk beroperasi di kabupaten ini.

Adapun rincian sektor usaha delapan perusahaan itu yakni, 1 perusahaan tambang batu bara, 2 perusahaan perkebunan sawit dan 5 lainnya bergerak di bidang perikanan. Sementara, hingga Maret tahun ini, pihaknya baru mengurus 1 dokumen yakni, perusahaan sawit.

"Sidang Amdal tahun ini baru satu perusahaan," singkatnya.

Setelah izin lingkungan tersebut terbit, pihaknya tetap melakukan pengawasan serta evaluasi yang ketat. Nah, terkait pengawasan itu, Abu juga mengimbau kepada semua perusahaan untuk terlibat serta dalam program penilaian peringkat perusahaan (Proper). Proper sendiri terdapat berbagai tingkatan entah provinsi ataupun nasional. Dan berdasarkan sifatnya terdiri atas kemauan perusahaan sendiri (sukarela) atau diwajibkan. Instrumen yang digunakan dalam Proper itu menggunakan indikator warna; hitam, merah, hijau, biru dan emas.

"Jika predikat penilaian berwarna hitam, maka ada pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, biru standar, hijau sudah tergolong taat, emas berarti perusahaan itu sudah sangat baik sekali," ulas Abu.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan, di Kaltim baru satu perusahaan tepatnya yang beroperasi di Bontang yang mendapat penilaian untuk kategori perusahaan dengan indikator warna hijau. "Ada perusahaan yang bergerak di KTT dan juga di Kabupaten Nunukan pernah mengikuti Proper tersebut," tambahnya. Seberapa penting bagi perusahaan mengikuti program ini ? "Bagi perusahaan yang dinyatakan baik dengan instrumen penilaian hijau atau emas, salah satu reward-nya yakni akan diberi kemudahan mendapatkan kredit bagi perusahaannya," pungkasnya

Tingkatkan Kualitas Desa

Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Undunsyah mengimbau agar pemanfaatan dan penggunaan alokasi dana desa (ADD) tahun ini dapat terserap maksimal sesuai dengan program dan berprogres tepat waktu."Ini penting, karena hanya menyisakan waktu delapan bulan kalender," papar Undunsyah di gedung Baya Bepokot, Kamis (28/3).

Lanjutnya, dengan alokasi waktu yang tersedia tersebut, semua desa harus menyadari prioritas kegiatan dan program yang harus dipacu penyelesaikannya, baik pengerjaan fisik maupun keuangan agar selesai tepat waktu tahun anggaran. Bupati juga mengimbau, kendala yang dihadapi entah bersifat eksternal maupun internal seperti cuaca, pasokan material dan hal lain, harus segera dilakukan perhitungan dengan cermat agar capaian realisasi tidak terlalu jauh dari target.

Pemkab Tana Tidung sejatinya mengakui keterbatasan sumberdaya manusia yang dimiliki utamanya para aparatur yang mengelola program tersebut.

"Kondisi SDM yang kita miliki memang masih terbatas kuantitas dan kualitasnya, namun kita terus berupaya mengembangkan kemampuan dan kapabilitas individual, jika kemampuan tersebut sudah ter-upgrade dan tersebar, artinya dapat meningkatkan kualitas secara keseluruhan semua desa," urainya.

"ADD yang terposting dalam APBD, dalam pelaksanaan dan pencapaian harus berkesinambungan, sebab akan memiliki keterkaitan dengan yang akan datang," imbuhnya.

Dalam pelaksanaan program desa dengan anggaran tahun 2013 tersebut, bupati menilai 5 poin penting yang perlu diperhatikan seperti dibebankan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "SKPD dan desa yang berkaitan dengan program jangan mengabaikan kualitas pelaksanaan. Tetap mengedepankan efektivitas dan efisiensi setiap desa serta membuat laporan rutin administrasi maupun keuangannya, " harap Undunsyah.

Poin lain menurutnya, dalam pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan tetap memperhatikan peraturan Perundang-undangan yang ada, agar jangan sampai bergesekan dengan hukum. "Serta, di waktu yang tersedia itu, jangan hanya mengejar target semata, tapi juga kualitas yang dicapai maupun realisasinya," imbuhnya.

Badan Jembatan Bolong

Jalur poros Kaltim-Kalsel via Batu Sopang terancam terputus menyusul kerusakan Jembatan Batu Kajang. Salah satu bagian jembatan bolong berdiameter sekitar 1,5 meter. Selain bolong, beberapa besi bagian kerangka jembatan sepanjang lebih 30 meter ini terlihat keluar sehingga sangat membahayakan. Agar selamat, bagi yang melintas di atasnya harus ekstra hati-hati.

Rahmadi, salah satu tokoh pemuda Desa Batu Kajang mengatakan, pemerintah harus segera memperbaiki kerusakan ini agar tak semakin parah. “Kondisi ini sudah terjadi lebih sebulan terakhir. Kalau kendaraan ramai pasti macet, karena yang bisa dilewati hanya satu jalur,” kata Rahmadi, Rabu, (15/5) kemarin.
“Harus ada langkah perbaikan segera, mengingat jalur ini cukup sentral dan menjadi jalur utama warga,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa warga menuding, kerusakan jalan juga disebabkan seringnya truk bermuatan berat yang melintasi jalan ini. Beberapa kendaraan perusahaan tambang juga dituding kerap melewati jalan ini, meski beberapa peraturan larangan pemanfaatan jalan umum untuk aktivitas pertambangan sudah keluar. “Selain sudah tua, Jembatan juga sering dilintasi truk bermuatan berat. Jadi sudah pasti cepat rusak,” beber Wanto, salah satu warga Batu Kajang.

Terkait kerusakan jembatan ini, warga mengaku takut untuk melintas. Namun karena akses lain cukup jauh, maka tak ada pilihan lain selain nekat. “Sebenarnya takut juga, tapi mau bagaimana lagi karena tidak ada jalan lain yang lebih dekat,” kata Wanto.

Wanto mengaku takut melintas, karena lubangan besar tepat berada diatas sungai Kandilo dengan kedalaman hampir 30 meteran. “Sebenarnya juga takut. Tapi mau bagaimana lagi, harapan kami harus segera diperbaiki,” tutur Wanto.

Selain kondisi jembatan yang rusak, warga juga meminta agar pemerintah memberi penerangan pada malam hari karena jalur ini rawan kecelakaan. Saat ini, untuk mengamankan lokasi jembatan yang bolong, beberapa petugas dari Polsek Batu Kajang dan warga memberi tanda dengan garis proyek. Meski sudah ditandai, tapi masih belum efektif terutama saat malam hari karena minimnya penerangan.

“Kami berharap ada perhatian dari Pemkab maupun Pemprov atas kondisi jembatan rusak ini. Karen perbaikan sudah menjadi kewajiban pemerintah,” tegas Rahmadi.

Mutasi Jumbo kembali Tejadi

Gerbong mutasi di lingkungan Pemkab Paser kembali bergerak. Kamis (16/5) kemarin, Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengambil sumpah sekaligus melantik 250 pejabat, terdiri dari pejabat eselon III sebanyak 9 orang, pejabat eselon IV sebanyak 232 orang dan pejabat eselon V sebanyak 9 orang.

Pelantikan pejabat struktural yang digelar di Grand Sadurangas Hotel Tana Paser tersebut merupakan mutasi lanjutan yang terus dilakukan Bupati sebagai langkah mengisi kekosongan sejumlah pejabat yang telah memasuki usia pensiun serta untuk mengisi jabatan bagi pejabat yang dipromosikan ke eselon lebih tinggi.

“Di samping itu, pelantikan ini merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai,” kata Bupati Ridwan Suwidi.

Menurut Bupati, pengambilan sumpah merupakan salah satu wujud keseriusan Pemkab Paser mengelola sumber daya manusia aparatur dan tidak realistis berbicara, merumuskan melaksanakan pembangunan karena persoalan ketersediaan sumber daya aparatur belum dilaksanakan dengan baik.

“Karena itu, bagi pejabat yang baru dilantik harus menerima amanah untuk dilaksanakan dengan baik penuh rasa tanggungjawab, sebab jabatan bukan dibanggakan membuat larut dalam euforia kekuasaan melainkan ladang pengabdian memangku amanah bekerja demi kepentingan masyarakat Paser,” katanya.

Dibagian lain Bupati menegaskan, bahwa acara pelantikan pejabat struktural tersebut sebagai upaya mendorong peningkatan kinerja di lingkungan Pemkab Paser dan pejabat eselon yang telah dilantik sesuai dengan eselon sebelumnya.

"Dalam hal ini ada juga beberapa orang jabatan eselon yang naik atau promosi. Tidak ada pejabat yang turun dari jabatan sebelumnya. Jadi jangan ada salah persepsi dan salah sangka, rotasi jabatan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik di kedepannya serta mengisi kekosongan jabatan,” tegas Bupati Ridwan Suwidi.

Sementara, suasana acara pengambilan sumpah dan pelantikan 250 pejabat di lingkungan Pemkab Paser yang dihadiri Wabup HM Mardikansyah, para staf ahli Bupati Paser, Asisten dan Kabag di lingkungan Setkab Paser serta pimpinan SKPD tersebut berlangsung dalam suasana hening.

Satu persatu nama pejabat dibacakan staf Bagian Humas dan Protokol Setkab Paser. Namun, ketika tiba giliran nama Hj Faridah dan Heru dibacakan masing-masing sebagai Lurah dan Sekretaris Kelurahan Tana Paser, tiba-tiba ruangan tempat acara bergemuruh oleh tepuk tangan dari para pejabat yang hadir.

“Suprais untuk Hj Faridah karena tidak menyangka beliau diangkat jadi Lurah Tana Paser. Sedang aplus untuk Heru karena yang bersangkutan promosi dari staf menjadi sekretaris Lurah Tana Paser,” ungkap salah seorang pegawai.

Tiket Jalan Sehat dan Gowes Sudah Ada

Dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Kaltim Post biro Paser didukung sejumlah mitra dan relasi akan menggelar gowes dan jalan sehat Ceria. Kegiatan untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat itu dijadwalkan berlangsung Minggu (26/5) mendatang, di arena promosi seni dan budaya Putri Petong Tana Paser.

“Bagi warga yang berminat, kami silakan segera mendaftar dengan membeli tiket seharga Rp 5 ribu per lembar untuk peserta jalan sehat. Sedang Gowes harga tiket Rp 30 ribu plus kaos cantik dari panitia,” terang Kepala Biro Kaltim Post Paser H Hidson Humrie. Tiket bisa didapatkan di kantor Kaltim Post perwakilan Tanah Grogot, Jl HOS Cokroaminoto Tanah Grogot setiap hari kerja. “Setiap pembelian 1 lembar tiket berhak mendapatkan surat kabar Kaltim Post,” sambung Hidson.

Seperti halnya kegiatan jalan sehat sebelumnya, JSC kali ini juga menyediakan beragam hadiah (doorprize) menarik, diantaranya hadiah utama berupa sepeda motor, belasan sepeda dan barang elektronik, dari kulkas, mesin cuci, televisi serta handphone.

”Seluruh hadiah yang disiapkan untuk peserta, berasal dari sumbangan mitra Kaltim Post yang selama ini sangat peduli dan sangat antusias berpartisipasi terhadap kegiatan yang digelar Kaltim Post, karena sangat berkaitan dengan program pemerintah dalam upaya membuat sehat masyarakat,” jelasnya.

Menurut Hidson JSC kali ini diprediksi berlangsung sukses dan lebih meriah. Karena itu, kegiatan JSC nanti, selain diisi senam sehat, juga dimeriahkan live musik.

”Karena itu bagi warga yang ingin hidup sehat sekaligus punya kesempatan membawa pulang hadiah sepeda motor, tentu sangat disayangkan jika tidak ikut,“ ujar Hidson lagi.

Penderita Katarak Terus Meningkat

Dinas Kesehatan Kabupaten Paser bekerja sama Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat (BKMOM) Samarinda menggelar pelayanan operasi katarak dan pterigium gratis sebagai langkah pencegahan meningkatnya angka kebutaan di wilayah Paser.

Kegiatan ini akan digelar di 4 lokasi berbeda. Dimulai di Tanah Grogot, Senin (13/5) lalu, kemudian Selasa (14/5) kemarin di Kecamatan Pasir Belengkong. Hari ini (15/5) direncanakan akan digelar di Kecamatan Kuaro, dan Kamis (16/5) besok di Kecamatan Long Kali.

Kepala Dinas Kesehatan dr Dewa Made Sudarsana melalui Kabid Pelayanan Kesehatan Dra Nikmawati Apt mengungkapkan, dari penjaringan yang dilakukan pihaknya, sedikitnya 288 penderita katarak dan pterigium ada di Paser. Jumlah ini terdiri dari 225 penderita katarak dan 63 pterigium.

“Sebanyak 60 pasien yang tedaftar dari wilayah Tanah Grogot. Terdiri dari 50 katarak dan 10 pterigium,” kata Nikmawati. Ditambahkannya, penjaringan dilakukan di Puskesmas yang ada setiap kecamatan. “Kegiatan ini adalah langkah untuk mengurangi peningkatan angka kebutaan di masyarakat. Yang salah satu disebabkan tidak tertanganinya secara medis penyakit katarak dan pterigium bagi masyarakat kurang mampu,” kata Nikmawati.

Ia menambahkan, tiap tahun terjadi peningkatan penderita katarak dan pterigium di Paser. “Ada peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen per tahun. Jadi kita terus gelar acara ini rutin tiap tahun,” bebernya.

Sementara itu, dari pantauan harian ini, terlihat beberapa pasien yang sebagian besar berusia lebih dari 45 tahun menjalani operasi dan ditangani dokter spesialis mata dari BKMOM Samarinda. Mereka ditangani 2 dokter dibantu 5 asisten dari Dinas Kesehatan Paser

Merah Putih hanya Naik Setahun Sekali

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser, Selasa (14/5) lalu di gedung serba guna Kerang, Kecamatan Batu Engau, mengelar sosisalisasi perkuatan ideologi negara.

Acara dibuka Staf Ahli Bupati Paser bidang Pembangunan Ir Ardiansyah dengan dihadiri Camat Batu Sopang, unsur Muspika Batu Kajang serta 80 peserta yang mewakili tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM serta organisasi masyarakat (Ormas) yang ada di Kecamatan Batu Engau.

Dalam sambutan tertulis Bupati Paser yang dibacakan Ardiansyah ditegaskan, perwujudan nasionalisme bagi rakyat Indonesia tidak lagi dimaknai sebagai tindakan untuk mempertahankan, apalagi memperjuangkan kemerdekaan. Namun hanya tinggal mengisi kemerdekaan yang diwariskan oleh pendahulunya.

“Untuk mengisi kemerdekaan, kita tidak perlu lagi memanggul senjata, dan tidak perlu hidup dalam suasana yang mencekam. Tugas kita hanyalah menumbuhkembangkan semangat nasionalisme dalam diri masing-masing, pada diri keluarga, kerabat dan handai taulan. Alangkah ironis, seandainya tugas yang relatif ringan itu pun tidak bisa kita lakukan,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, apa yang terlihat dalam kehidupan sekarang ini, sungguh jauh dari ciri-ciri bangsa yang mampu menghargai jasa pahlawannya. “Satu contoh kecil, sangat jelas terlihat sebagian warga enggan menaikkan bendera merah putih di depan rumahnya. Ada yang hanya menaikkan bendera pada setiap tanggal 17 Agustus, dan bahkan ada yang tidak mengibarkan bendera sama sekali,” katanya.

Terhadap hal itu, Bupati berharap melalui kegiatan ini, tetap tumbuh, berkembang dan lestari, dan bisa memotivasi warga lain agar tidak bersikap apatis terhadap peringatan Proklamasi, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Sementara, ketua panitia acara yang menjabat Kepala Seksi Kesatuan Bangsa Kantor Kesbangpol Paser Nurdin menjelaskan, maksud dan tujuan diadakan acara tersebut adalah harapan terjadinya kehidupan berbangsa yang berkesinambungan mampu berbuat dan bertindak dalam kemakmuran bersama adil dan beradap, aman dan sejahtera sesuai cita-cita leluhur bangsa.

Adapun narasumber adalah mantan ketua DPRD Paser Drs H Abdurrahman Party yang membawakan materi memaknai dan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Selanjutnya, H Abdullah S.Sos dengan materi perbandingan ideologi Pancasila dengan faham ideologi dunia, serta histori Pancasila dalam konteks perjuanagn dari masa-kemasa oleh A Effendy S.Sos.

5 Atlet Rebut 4 Medali

Atlet taekwondo Kabupaten Paser patut mendapatkan acungan jempol. Pasalnya, dibanyak kejuaraan selalu meraih juara, baik dilevel Kaltim, Kalimantan, hingga nasional. Salah satunya ketika mengikuti kejuaraan invitasi taekwondo pra junior dan senior Jawa Timur Open Championship Jawa-Bali-Kalimantan, Senin (13/5) lalu. Sejumlah medali berhasil dibawa pulang.

“Meski gagal dapat emas, namun dengan perolehan tiga medali perak dan satu medali perunggu pada event bergengsi tersebut, membuat atlet taekwondo Paser disegani,” ungkap Ketua Pengcab Taekwondo Paser H Tajuddin Noor.

Menurut Tajuddin, dari 5 atlet yang mengikuti tersebut, empat diantaranya berhasil naik podium dan dapat kalungan medali. “Hanya satu atlet yang gagal mengukir prestasi,” tambah Tajuddin didampingi Manajer Tim Taekwondo Paser David Anja NG, M Ali, serta M Hatta selaku pelatih.

Keempat atlet yang sukses meraih medali tersebut masing-masing Gregorius Anja NG, Yuni Ardini dan Mutiah dengan medali perak, serta Satria dengan medali perunggu. “Meskipun tidak ada medali emas, namun prestasi ini sangat membanggakan, karena kita mampu mengalahkan atlet handal dari pulau Jawa,” katanya dengan nada bangga.

Dikatakan, dari hasil kejurnas tersebut bisa menjadi salah satu baromater bagi Kabupaten Paser untuk membuat prestasi yang lebih baik lagi, terutama event-event lokal.

“Dari hasil kejuaraan ini, mudah-mudahan saja ada perhatian yang lebih besar dari pihak swasta khususnya perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Paser untuk memajukan prestasi olahraga cabang taekwondo di Bumi Daya Taka Paser,” harapnya.

Muhibah Wakil Rakyat PPU ke DPRD Paser

DPRD Kabupaten Paser kedatangan tamu istimewa. Jajaran angota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara yang dipimpin langsung Ketua H Nanang Ali mengunjungi DPRD Paser. Rombongan diterima Ketua DPRD Paser H Kaharuddin SE serta anggota DPRD Paser lainnya, diantaranya M Saleh ST, Suhardi SH, Dody Satwika Nasution ST, Achmad Fauzy ST dan H Syamsuddin Cukur SE.

Meski tidak semua anggota DPRD PPU yang datang, tapi hanya sebanyak lima orang, namun pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Ketua DPRD Paser diwarnai suasana akrab dan hangat.

“Kedatangan kami ke DPRD Paser selain sebagai ajang bersilaturahmi juga ingin mendapatkan beragam masukan dari DPRD Paser. Karena itu, kami menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang tidak terhingga atas penyambutan yang begitu luar biasa dari Ketua DPRD Paser bersama anggota,” ungkap Nanang Ali.

Sementara Kaharuddin mengaku sangat terhormat dengan kehadiran Ketua DPRD PPU bersama anggotanya ke DPRD Paser. “Selamat datang kepada Ketua DPRD PPU Bapak Nanang Ali bersama anggota DPRD PPU di Tana Paser. Kami merasa sangat terhormat dikunjungi. Karena itu, kami siap memberikan apa pun yang diperlukan dalam kunjungan ini,” ungkap Kaharuddin

Bimtek Bidang Sarana dan Prasarana Pembangunan

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekkab Kukar Chairul Fadlan, Senin (13/5) lalu membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pekerjaan Bidang Sarana dan Prasarana Pembangunan di Aula Pondok Jajak Indah. Pembukaan ditandai pengalungan tanda peserta.
Maksud kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas sumber daya aparatur di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Kukar. Adapun tujuannya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, memberikan pemahaman tentang analisis dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB), memberikan pemahaman tentang penerapan standarisasi harga dasar upah, bahan dan peralatan dalam penyusunan perencanaan kegiatan fisik.
“Di samping itu, memberikan pemahaman tentang penerapan analisis biaya konstruksi bangunan,” kata ketua panitia, Fakhruddin, yang juga Kabag Perlengkapan Setkab Kukar.
Dia menyebut, peserta berjumlah sekitar 300 orang berasal dari Sekretariat Kabupaten Kukar, Sekretariat DPRD, Inspektorat, 13 Badan, 18 Dinas, 1 Kantor, 18 Kecamatan, dan 42 Kelurahan. Kegiatan ini berlangsung dua hari. Narasumber didatangkan dari Program Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) yaitu Suryanto dan Hadi Pangestu.

“Dengan dilaksanakannya bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan aparatur di lingkungan Pemkab Kukar dalam melakukan perhitungan RAB bangunan gedung dan kantor. Sehingga, dapat mewujudkan penyusunan dan perencanaan anggaran tahun berikutnya dengan transparan dan akuntabel. Ini penting untuk meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan,” harap Fakhruddin.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekkab Kukar, Chairul Fadlan dalam sambutannya mengajak seluruh aparatur di lingkungan Pemkab Kukar agar senantiasa meningkatkan kualitas kinerja dengan sungguh-sungguh.
Ini mengingat ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini sangat tinggi. Oleh karena itu, sebagai pelayan masyarakat harus mampu menjawab harapan dengan memperkuat komitmen, sinergisme, dan kerja keras.

”Penganggaran seperti Analisis Standar Belanja (ASB) dan Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ) yang telah ditetapkan, harus dapat dipahami dan diimplementasikan dengan baik dan konsisten, terutama dalam penyusunan RAB,” katanya.
Selain itu, setiap kegiatan harus memperhitungkan alokasi anggaran dengan baik, termasuk kegiatan konstruksi bangunan. Satu lagi yang terpenting, ujar Fadlan, setiap aparatur yang terlibat harus mampu menganalisis biaya konstruksi dengan cermat sesuai tujuan, kondisi lapangan, dan waktu yang diperlukan

PKBM Kusuma Dewi Samboja Terima Kaltim Education Awards 2013

Prestasi luar biasa diraih Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Kusuma Dewi Handil Baru Darat, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Yakni, mendapat Kaltim Education Awards 2013 Kategori Pengelola Pendidikan Non-Formal (PNFI). Prestasi ini patut ditiru oleh lembaga-lembaga pendidikan lainnya.
Tanggal 8 Mei 2013 lalu di Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda merupakan hari bersejarah bagi lembaga tersebut. PKBM Kusuma Dewi menerima penghargaan yang diserahkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

"Saya bersyukur dan merasa terharu ketika lembaga kami disebut masuk dalam nominasi penerima penghargaan," kata Ketua PKBM Kusuma Dewi, Khurotin, Kamis (15/5).
Penyerahan Kaltim Education Awards 2013 juga disaksikan Bupati Kukar Rita Widyasari, Kepala Dinas Pendidikan Kukar DR Hermawan. Dalam kesempatan itu Bupati Rita memberikan ucapan selamat.
"Selamat, ya, atas prestasinya. Semoga prestasi PKBM Kusuma Dewi ini dapat ditiru lembaga pendidikan lainnya," kata Rita kepada Khurotin.
Dikatakan Khurotin, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan semua pihak. "Saya juga mengucapkan terima kasih kepada PKB (Pengembangan Kegiatan Belajar), Dinas Pendidikan, keluarga besar dan staf PKBM yang setia melaksanakan program-program pendidikan non-formal dengan semangat 45," ujarnya.

Khurotin menjelaskan, di lembaga pendidikan yang ia pimpin selama ini menjalankan program pendidikan mulai umur 0 tahun sampai lansia. Yang tak kalah penting, lanjut dia, yakni menyukseskan program pemerintah dalam pemberantasan buta aksara yang sampai saat ini masih berjalan.
"Kami berharap kepada pemerintah daerah, khususnya Bunda Rita (Bupati) untuk lebih memperhatikan lembaga pendidikan baik yang berprestasi maupun lembaga pendidikan lainnya," harapnya.
Ditambahkan Khurotin, PKBM yang ia pimpin sering mengikuti event baik di daerah maupun nasional, seperti hari aksara internasional, dengan biaya sendiri.

"Bantuan seperti ini yang kami harapkan dari semua pihak demi suksesnya pendidikan di Kutai Kartanegara. Terus terang kami tidak punya dana, hanya punya semangat, dengan kemandirian inilah PKBM kami sering dapat prestasi yang membanggakan," pungkasnya

Komitmen Bersama Susun SOP

Rapat Pleno Standar Operasional Prosedur (SOP) dilaksanakan Senin (13/5) di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar. Acara dihadiri Sekkab Kukar Edi Damansyah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Chairil Anwar, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Bahteramsyah, Asisten III Bidang Administrasi Umum Chairul Padlan, dan Kepala Bagian Ortal Pemkab Kukar Dardiansyah.

Acara ini didasari komitmen bersama pejabat struktural Sekretariat Kabupaten Kukar pada 30 Maret 2013 lalu dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan dan RB) No 35 Tahun 2012 tentang pedoman penyusunan standar operasional prosedur administrasi pemerintahan, juga draf Peraturan Bupati tentang pedoman penyusunan SOP Adiminstrasi Pemerintah (AP) Pemkab Kukar.

Dalam kesempatan tersebut, Edi mengatakan bahwa SOP merupakan penataan pekerjaan yang sudah tertuang di beberapa peraturan agar lebih teratur dan terarah. SOP juga menentukan waktu pengerjaan agar lebih terarah dan terukur agar hasil yang didapat sesuai standar yang ditetapkan.

Dia berharap bagian-bagian lain di Sekkab Kukar dapat menyosialisasikan SOP sebagai standar prosedur pekerjaan yang baku dan harus dilalui untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu agar pegawai dapat menjaga konsistensi dan tingkat kinerja baik secara perorangan maupun tim dalam unit kerjanya.

Menurut Edi, SOP ini bertujuan mengetahui dengan jelas peran dan fungsi di tiap-tiap bagian. Selain itu untuk memperjelas alur tugas, wewenang, dan tanggung jawab para pegawai di tiap bagian. Dia juga sangat kagum dengan kerja Bagian Ortal dalam membentuk SOP. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ungkapnya bangga.

SOP sangat diperlukan untuk mengetahui standar-standar operasional prosedur sebagai acuan kerja untuk menjadi sumber daya manusia yang professional dan andal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Gerbang Raja yang diusung Bupati Kukar.

Air Sungai Pasang, Mini Cross BMX Diundur

Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Mini Cross Bicycle Mountain Xstra (BMX) 2013 memperebutkan piala ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Kartanegara (Kukar) ditunda. Kejuaraan yang semula akan dilaksanakan 18-19 Mei ini, pelaksanaannya diundur menjadi 15-16 Juni.
Lokasi Kejuaraan Mini Cross BMX tersebut tetap akan dilaksanakan di arena BMX Dox Play Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kukar.

"Karena faktor alam, yakni sering hujan ditambah naiknya air sungai Mahakam yang sedang pasang hingga ke arena, sesuai arahan ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) Kukar, sebaiknya lomba dimundurkan," ujar M Husaini selaku panitia kejuaraan itu. Mundurnya kegiatan tersebut, dikatakan Husaini, dimanfaatkan panitia untuk lebih mematangkan persiapan.

Pendaftaran kejuaraan telah dibuka sejak April dan berakhir pada 16 Mei. Namun, lanjut Husaini, karena jadwal pelaksanaannya mundur, maka waktu pendaftaran juga diperpanjang hingga 13 Juni. Peminat kejuaraan ini dapat mendatangi tempat pendaftaran di Sekretariat Pemuda Panca Marga (PPM) jalan Ahmad Yani RT 4 Desa Sepakat Loa Kulu di samping langgar Al Khairiyah.

"Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di nomor telepon genggam 085349610577 atau saudari Putri di nomor 082353598414," katanya. Dia menjelaskan, Kejuaraan Mini Cross BMX itu akan terbagi tiga kelas, yakni kelas pemula untuk peserta usia 10-13 tahun, junior bagi usia 14-16 tahun, serta kelas senior untuk peserta usia 17 tahun ke atas.

Lebih lanjut Husaini mengatakan, kegiatan itu bertujuan menyalurkan hobi dan bakat atlet BMX untuk berprestasi. "Kejuaraan ini juga untuk mempererat silaturahmi para atlet dan klub sepeda BMX se-Kukar yang menurut saya sudah lama tak berkumpul dalam satu event," ujarnya.

Abdul Aziz Hafidhuddin Juara dari SD 018 Muara Badak

Dokter Kecil yang digagas Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kukar bekerja sama dengan Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah menetapkan perwakilan dari Kecamatan Muara Badak sebagai juara pertama. Peserta Lomba Dokter Kecil berasal dari 18 kecamatan dengan jumlah 30 orang. Mereka terdiri putra dan putri kelas IV dan V Sekolah Dasar (SD) didampingi 14 pendamping. Demikian dijelaskan Eko Marmono, ketua panitia lomba ditemui usai pembukaan. Dia mengatakan, lomba digelar selama dua hari, 10–11 Mei 2013. Kegiatan hari pertama diawali tes tertulis, mengarang, malam keakraban, pentas bakat, permainan, dan lain-lain.

Sedangkan pada hari kedua dilanjutkan dengan tes wawancara dan audisi peserta enam nilai tertinggi. Wawancara dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), serta dari Dinas Pendidikan Kukar. Dikatakan Eko Marmono, tujuan umum kegiatan ini adalah memilih dokter kecil terbaik di Kukar agar mampu menunjukkan dan mempromosikan perilaku hidup sehat bagi teman-teman di sekolah dan lingkungan sekitar.

“Sedangkan tujuan khusus kegiatan ini adalah menyosialisasikan program dokter kecil kepada pihak terkait, menyeleksi dokter kecil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, serta memilih dokter kecil terbaik berdasarkan kriteria dan kemampuan yang ditunjukkan selama lomba berlangsung,” urainya. Eko berharap dengan terpilihnya dokter kecil terbaik, nantinya akan menjadi perwakilan untuk mengikuti seleksi lomba tingkat provinsi sampai tingkat nasional.

Adapun pemenang lomba dokter kecil tingkat Kukar tahun 2013, juara 1 diraih M Abdul Aziz Hafidhuddin dari SD 018 Muara Badak, peringkat II Putri Yasmin dari SD 023 Tenggarong, peringkat III Ula Fadiyatul Aini dari SD 002 Marangkayu. Sedangkan untuk harapan I M Wahana Caraka dari SD 027 Loa Janan, harapan II SD 012 Muara Badak atas nama Nurdiana Febriani, dan harapan III Dafa Nur Aifa Anantama dari SD 022 Muara Jawa.

Kembangkan Pola Hidup Sehat lewat Lomba Dokter Cilik

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah Kukar menggelar Lomba Dokter Kecil. Lomba yang baru pertama kali dilaksanakan ini digelar di Hotel Lizha, jalan Naga, Tenggarong. Kegiatan ini dihadiri dan dibuka Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan, Salmon Zakaria, Sabtu (11/5).

Membacakan sambutan Bupati Kukar Rita Widyasari, Salmon mengatakan, kesehatan merupakan faktor yang sangat menentukan dan sangat penting dalam kehidupan manusia. Salah satu upaya yang sangat baik adalah dengan menanamkan prinsip-prinsip pola atau perilaku hidup sehat sejak dini kepada seorang anak.
Diharapkan, anak tersebut akan tumbuh menjadi pribadi yang memegang dan mengembangkan perilaku hidup sehat. Bahkan, dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya untuk mengembangkan pola hidup sehat. “Dengan demikian dapat kita harapkan terciptanya generasi penerus yang memiliki tingkat kesehatan yang tinggi,” jelas Salmon.

Diungkapkan Salmon, untuk mewujudkan generasi yang sehat kita memerlukan dukungan dan kerja sama semua pihak, baik orang tua, sekolah, pemerintah, serta pihak-pihak terkait. “Kita tidak dapat mengharapkan hanya satu atau beberapa pihak saja untuk mengupayakan hal tersebut. Tanpa dukungan semua pihak, akan sulit mewujudkan generasi yang menganut perilaku hidup sehat, yang ditanamkan sejak usia dini, seperti pembelajaran anak-anak usia sekolah tentang pentingnya arti kesehatan,” jelasnya.
Oleh karena itu, dia mengajak semua elemen terlibat secara aktif untuk mengampayekan pentingnya perilaku hidup sehat, agar tercipta masyarakat yang sehat demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara utuh. “Mari kita bersama-sama mengembangkan perilaku hidup sehat sehingga kita semua menjadi masyarakat yang sehat jasmani dan rohani,” katanya. Pembukaan Lomba Dokter Kecil diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars Dokter Kecil, serta pengalungan tanda peserta lomba.

Dispora Gelar Sosialisasi PSP3

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim bekerja sama dengan Dispora Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (13/5) kemarin, menggelar Sosialisasi Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) di Hotel Grand Elty Singgasana.

Program PSP3 merupakan program nasional yang diamanatkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Sehingga, desa mampu menjadi motivator, pelopor dalam mengembangkan kepemimpinan di daerah yang dilakukan oleh pemuda sarjana penggerak pembangunan khusus di perdesaan. “Sosialisasi PSP3 digelar untuk menyinkronkan Program PSP3 yang diamanatkan oleh Kemenpora untuk dilaksanakan di tingkat daerah baik provinsi, kabupaten, kecamatan, maupun desa,” kata ketua panitia, H Syahril.

Menurut Syahril para pemuda sarjana yang tergabung dalam PSP3 yang ditempatkan di desa, bertugas menggerakkan dan mendampingi masyarakat desa. Khususnya, yang berkenaan dengan kegiatan-kegiatan produktif di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, termasuk membantu dan mendampingi aktivitas pemerintah desa seperti administrasi kependudukan, pajak bumi dan bangunan, maupun penataan aset. “Saya berharap melalui sosialisasi ini semua pihak dapat memahami dan memberikan dukungan penuh terhadap program PSP3, baik pelaksaaan yang dilakukan oleh provinsi maupun penempatan peserta PSP3 di desa-desa di wilayah Kukar,” ujar Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kaltim ini. 
 
Sementara itu, Bupati Kukar Rita Widyasari dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Hukum Chairil Anwar mengatakan, Pemkab Kukar sangat mendukung progam PSP3 karena pada dasarnya program tersebut dikembangkan dengan tujuan mengakselerasikan pembangunan melalui peran kepeloporan pemuda dalam berbagai aktivitas kepemudaan. Dia berharap program PSP3 secara langsung dapat berpengaruh terhadap dinamisasi kehidupan pemuda desa, pengembangan potensi sumber daya kepemudaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pemuda dan masyarakat desa.
Aktivitas ini sangat relevan mengingat kekayaan potensi Kukar, khususnya potensi sosial baik berbentuk budaya maupun adat istiadat yang belum sepenuhnya mendapatkan sentuhan sehingga belum bisa dimaksimalkan sebagai modal sosial penggerak pembangunan di Kukar. Di samping itu, program PSP3 ini juga sebagai upaya menumbuh-kembangkan kepeloporan dan kemandirian para pemuda. Melalui progam PSP3 ini, Bupati berharap akan dapat meneguhkan komitmen para pemuda sarjana untuk membangun kepemudaan desa.

Progam ini diharapkan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan yang dapat memperbaiki taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa depan. Komitmen tersebut menurutnya sangat penting sebagai bagian mengurangi penumpukan SDM berpendidikan tinggi di perkotaan. Sehingga, pada gilirannya, pemuda desa dampingannya bangkit melakukan kegiatan inovasi dan produktif, sehingga desa menjadi inspirasi pembaruan dan perubahan secara nasional

Rp 9 Miliar untuk Air Bersih Maratua

Ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat, kini menjadi skala prioritas yang dibangun Pemerintah Kabupaten Berau. Tidak hanya ketersediaan air bersih bagi masyarakat di kota Tanjung Redeb dan tiga kecamatan sekitar, seperti Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur saja. Namun, ketersediaan air bersih di seluruh kecamatan juga menjadi perhatian serius. Bahkan, untuk membangun jaringan itu, Pemkab Berau telah menyusun master plant penataan air bersih di seluruh kecamatan pada tahun ini.

Tak hanya tahap perencanaan, pada 2013 ini juga ada beberapa kegiatan pembangunan jaringan instalisasi air bersih di beberapa kecamatan. Pembangunan jaringan tersebut merupakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah pengembangan jaringan air bersih di Pulau Maratua, yang merupakan pulau terluar di Bumi Batiwakkal.

Pembangunan jaringan air bersih di Pulau Maratua tersebut, dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, Taufan Majid, mencapai Rp 9 miliar. Dengan dukungan pembangunan jaringan, diharapkan ketersediaan air bersih yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat di pulau tersebut bisa terjawab. “Tahun ini ada dukungan dari pusat untuk pengembangan jaringan, yaitu anggaran sekitar Rp 9 miliar,” jelasnya.

Tidak hanya Kecamatan Maratua yang mendapat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tetapi, ditambahkan Taufan, kalau pemerintah pusat juga memberikan dukungan pembangunan sistem jaringan air bersih di Kecamatan Talisayan. Kecamatan terpadat di wilayah pesisir selatan Berau tersebut, mendapat dukungan anggaran sekitar Rp 30 miliar. Meskipun sudah mendapat dukungan Rp 30 miliar, dikatakan Taufan, belum bisa menuntaskan jaringan. Sehingga DPU juga kembali mengusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendapat tambahan anggaran. “Kami berharap jaringan di Talisayan ini bisa dituntas secara keseluruhan. Ini yang kami usulkan untuk mendapat anggaran,” jelasnya.

Sementara untuk pengembangan jaringan dalam Kota Tanjung Redeb, sambung Taufan, pihaknya juga telah mengusulkan lebih dulu melakukan koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah. Tidak hanya penambahan jaringan, namun untuk memberikan pelayanan maksimal berdasarkan penjelasan PDAM, harus ada penambahan kapasitas dari instalasi pengolahan air yang ada. “Kami akan prioritaskan program penyediaan air bersih ini. Karena ini sudah menjadi perhatian serius Bupati Makmur HAPK,” tandasnya

Iwan Pimpin PTMSI Berau, Usul Jadi Tuan Rumah Tenis Meja Pelajar

Pengurus Kabupaten Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkab PTMSI) Berau baru saja menggelar musyawarah kabupaten (muskab). Dalam muskab PTMSI itu diputuskan berbagai program yang akan dilaksana beberapa tahun mendatang. Juga melakukan pergantian ketua yang sebelumnya dijabat Mappasikra.
Kini, tanggung jawab tersebut dilimpahkan kepada Iwan Wijaya selaku ketua yang baru. Musyawarah organisasi yang berlangsung di Family Café tersebut, dihadiri 20 peserta dan secara aklamasi meminta kepada Iwan Rifani untuk menggantikan Mappasikra, yang sudah memimpin selama dua periode.
Dalam sambutannya, Iwan Rifani sebagai ketua umum Pengkab PTMSI yang baru menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada ketua yang lama atas kepemimpinannya selama ini. Menurut dia, berkat kepemimpinan Mappasikra, prestasi atlet tenis meja Berau meningkat dan telah mengharumkan nama daerah hingga level internasional. ”Saya siap menjalankan tongkat estafet, dalam membawa organisasi dan atlet tenis meja semakin baik,”kata Iwan.
Ditambahkan, kendala terbesar yang dihadapi organisasi ini soal anggaran. Anggaran pembinaan yang diharapkan bisa terealisasi lebih awal. Sebab, banyak kegiatan pembinaan maupun uji tanding sudah terkendala karena anggaran lambat cair. “Akibat anggaran belum terealisasi, kegiatan-kegiatan terpaksa menggunakan dana talangan pribadi pengurus,” ujarnya, seraya beraharap kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang.
PTMSI juga sudah memohon kepada instansi teknis untuk mengagendakan Kejuaraan Tingkat Pelajar se-Kaltim. Kejuaraan ini dapat memacu atlet-atlet Berau lebih mengasah kemampuan. ”Kami berharap ini bisa berjalan, untuk mengukur prestasi dan keberhasilan pembinaan selama ini,” imbuhnya

Bupati Hadiri Harlah Fatayat NU

Peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat Nahdatul Ulama (NU) ke-63 tahun ini mengangkat tema Solid Mewujudkan Pemudi Shaliwah yang Berilmu Amaliah dan Beramal Ilmiah. Acara yang dipusatkan di Graha Pemuda, Tanjung Redeb itu berlangsung meriah. Bupati Berau Makmur HAPK bersama istri Seri Marawiyah Makmur. Selain itu, juga hadir Wakil Bupati Ahmad Rifai, Ketua Muslimat NU Kaltim Siti Aminah, dan anggota DPRD Kaltim Kasriah. Beragam hiburan pun ditampilkan pada harlah tersebut.

Di antaranya, penampilan beberapa pemenang lomba yang dilaksanakan pada 16 Mei lalu. Salah satunya berupa peragaan busana muslim, salawat badar, nasyid, hingga festival rebana. Bupati Makmur HAPK dalam sambutannya mengatakan, ia mengapresiasi jajaran pengurus Fatayat NU yang tetap eksis dalam membangun dan mendorong kerukunan umat beragama di Berau.

Melalui harlah ini, diharapkan Fatayat NU juga dapat berperan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki pondasi dasar agama yang kokoh dan kuat. “Jajaran Fatayat NU harus mampu memberikan suri tauladan kepada masyarakat, khususnya pada penciptaan masyarakat yang dinamis, agamis, dan produktif,” katanya. Makmur juga menjelaskan, di usia ke-63 ini sudah cukup matang.

Di mana, jajaran Fatayat NU selama ini sudah banyak pula memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara, khususnya di Berau. Peringatan harlah ini dijadikan momentum untuk terus berkarya dan berprestasi tanpa adanya tekanan dari manapun. “Tingkatkan program dan kegiatan yang terstruktur,” jelasnya. Terpisah, Ketua Muslimat NU Kaltim Siti Aminah mengungkapkan, program dan kegiatan jajaran Fatayat NU harus mampu membangun karakter yang kokoh, sesuai dengan ajaran Islam.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan di Berau. Ini diharapkan mampu menggugah kesadaran warga dalam membentengi akidah dari setiap ajaran yang berdampak kurang baik. “Bangun karakter yang kokoh, bentengi diri iman dan takwa, agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang kurang baik,” ungkapnya.

Juni Mulai Layani Sambungan Baru

Kerja sama penyediaan energi listrik antara PT Tanjung Buyu Perkasa Plantations (TBPP), perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Talisayan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Berau siap didistribusikan. Seiring kesiapan suplai energi listrik tersebut, pelayanan untuk penyambungan baru bagi masyarakat Talisayan pun bisa dilakukan.

Menurut Manager PLN Cabang Berau Susilo, penyambungan baru untuk masyarakat di Talisayan ditarget dilayani pertengahan Juni mendatang. Saat ini, seluruh jaringan sudah terpasang dan listrik bisa dialirkan ke sistem pembangkit PLN awal bulan depan. Hanya, PLN masih menunggu pemasangan travo. “Yang ada adalah travo step up, sehingga harus diganti dengan travo yang mampu menahan tegangan tinggi,” jelasnya.

Selama ini, lanjut dia, tegangan yang ada baru 6 kilovolt dan akan dinaikkan sampai 20 kilovolt. “Travo pengganti sudah didatangkan, namun ada minyak yang bocor, sehingga harus diganti dan sudah kami pesan di Surabaya,” ungkapnya. Pelayanan penyambungan baru, menurut Susilo, akan diprioritaskan untuk permukiman di wilayah operasional perkebunan kelapa sawit PT TBPP.

Pasalnya, jaringan di area perusahaan tersebut sudah terbangun. Pihaknya secara bertahap juga mulai mensosialisasikan sistem pembayaran dari pemanfaatan energi listrik tersebut. Disinggung mengenai Perjanjian Kerja Sama (PKS), Susilo mengatakan, setelah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) pihaknya intens melakukan pembahasan bersama manajemen TBPP. Namun dipastikan sebelum pelayanan sambungan baru bagi masyarakat di Talisayan, perjanjian kerja sama tuntas.

“Perjanjian kerja sama tidak ada masalah,” tandasnya. Sementara untuk energi listrik yang rencananya disuplai dari pabrik Hutan Hijau Mas ke PLN di Segah, kini dalam proses pelelangan. Jaringan listrik dari pembangkit sampai ke sistem PLN Segah akan segera dibangun. PLN juga akan segera membuka pelayanan sambungan baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman tersebut.

Kesultanan Dorong Makmur Maju Pilgub

Meskipun Partai Golkar sudah menempatkan Mukmin Faisjal HP sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Awang Faroek Ishak (AFI), namun Kesultanan Gunung Tabur justru mendorong Bupati Berau Makmur HAPK untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim mendatang. Dukungan tersebut diungkapkan Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur, Adji Bahroel Hadie di kediamannya, Jumat (17/5) lalu.

Ia dengan tegas menyatakan, seluruh keluarga besar keturunan Kesultanan Gunung Tabur mendukung dan memberi restu kepada Makmur HAPK untuk maju di pilgub. Makmur yang juga kader Partai Golkar itu, dinilai sudah terbukti berhasil mimimpin Berau selama hampir dua periode. “Atas nama keluarga besar Kesultanan Gunung Tabur dan seluruh masyarakatnya, kami memberikan dukungan penuh untuk Pak Makmur maju di pilgub,” ungkapnya.

Kepemimpinan Bupati Makmur HAPK berhasil membangun berbagai infrastruktur dan dekat dengan masyarakat. Menurut Adji Bahroel, ini merupakan modal besar bagi Makmur untuk memimpin Kaltim. Belum lagi dengan deretan prestasi yang telah dicapai selama kepemimpinannya di Berau. Mulai mengabdi sebagai pegawai negeri sipil, kemudian menjadi wakil bupati bersama Bupati Masjudi, hingga dipercaya masyarakat Berau memimpin Berau dalam dua periode ini.

Bahkan dari prestasi itu, ditegaskan Adji Bahroel kalau Makmur pantas menjadi gubernur. Bukan menjadi wakil gubernur. “Kalau kami menginginkan beliau (Makmur, Red.) maju menjadi KT 1, bukan wakil,” tegasnya. Terkait posisi Makmur sebagai kader Partai Golkar, menurut Adji Bahroel, perahu untuk maju ke pilgub bisa melalui beberapa jalur. ”Seperti jalur independen, masyarakat pasti akan mendukung.

Saya berharap dukungan dan restu yang diberikan oleh masyarakat Berau ini menjadi semangat untuk Pak Makmur agar tampil membangun Kalimantan Timur,” jelasnya. Ia yakin, dukungan terhadap Makmur HAPK tidak hanya di Berau, tapi juga elemen masyarakat di kabupaten/kota lainnya. Apalagi beberapa partai politik dikabarkan tengah melirik orang nomor satu di Berau ini diusung di pilgub mendatang

Calo Juga Tarik Duit dari Malaysia

Menurut seorang penerima beasiswa Kaltim Cemerlang yang sedang menuntut ilmu di Malaysia, tidak semua biaya belajar itu dipotong sampai 20 persen. Lewat sambungan telepon , mahasiswa yang tak ingin namanya ditulis ini membenarkan praktik percaloan dalam mengurus beasiswa.

“Nah, untuk beasiswa yang dipotong itu, saya lebih suka menyebutnya sebagai tanda terima kasih. Tidak besar. Ketika beasiswa cair, kami diminta Rp 200 ribu per orang,” terangnya.

Siapa yang meminta? Menurut pria asal Samarinda ini, oknum pengelola beasiswa yang berasal dari Dewan Pendidikan yang bertugas di Dinas Pendidikan.

“Di Malaysia ada 76 mahasiswa yang mendapat beasiswa Kaltim Cemerlang,” ucapnya. Dia meyakini, para penerima di tempat lain juga memberi uang sukarela itu.

“Memang namanya sukarela. Tapi oknum itu selalu menyinggung-nyinggung kalau ada yang belum menyetor,” lanjutnya. Cara menyinggungnya juga tergolong canggih. Para penerima beasiswa Kaltim Cemerlang yang kuliah di Malaysia membentuk grup Facebook. Di grup itu, sambungnya, beberapa oknum pengelola beasiswa juga terdaftar.

“Nah, di grup itu kami disinggung-singgung. Mereka bilang; Tolonglah pengertiannya,” tuturnya.

Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim tetap kukuh tak ada praktik calo dalam program Beasiswa Kaltim Cemerlang.

“Pendaftarannya via online, sedangkan mahasiswa orang terpelajar. Masak harus lewat perantara orang lain daftarnya. Itu kan (informasi beasiswa) terbuka dan diketahui banyak orang,” tegasnya.

Selain itu, dengan penyerahan beasiswa langsung kepada rekening penerima, membuat peluang calo tertutup.

“Logika saja, buat apa dia (penerima beasiswa) bagi dengan orang. Bisa disimpulkan, percaloan tidak mungkin terjadi dalam program beasiswa ini,” katanya, kemarin.

Menurut Musyahrim, kelompok yang menuding praktik calo dalam Beasiswa Kaltim Cemerlang, tak harus membuktikan kepada Disdik maupun Dewan Pendidikan Kaltim sebagai pelaksana. Pembuktian bisa langsung dilakukan kepada aparat.

“Jika memang ada, bawa saja datanya dan laporkan kepada aparat. Saya membuka diri, kok,” katanya.

Dia sekaligus membantah ada beasiswa titipan dalam program ini. “Jangan mengandai-andai. Boleh saja menitip minta tolong. Tapi, tetap melalui proses. Kami sangat terbuka. Silakan lihat sendiri prosesnya seperti apa,” jelasnya.

Kemarin, media ini juga mencoba mengonfirmasi panitia Beasiswa Kaltim Cemerlang. Disambangi di sekretariat panitia di Kantor Dewan Pendidikan Kaltim, Samarinda, salah seorang pegawai sekretariat menolak mempertemukan harian ini dengan panitia program beasiswa.

Alasannya, tak ada pimpinan hari itu. Ketua Dewan Pendidikan Bohari Yusuf dan Koordinator Tim Pelaksana Beasiswa Kaltim Cemerlang Rustandi dikatakannya sedang di Jakarta. “Langsung saja temui beliau. Semuanya kepada mereka,” kata pegawai tadi.

“BANJIR” BEASISWA

Beasiswa Kaltim Cemerlang jelas bukan satu-satunya di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Kampus ini, tiap tahun diguyur 21 jenis beasiswa. Bantuan keuangan itu tersedia bagi lebih lima ribu mahasiswa sesuai jumlah kuota yang ditawarkan 21 jenis beasiswa tersebut. Jumlah ini di luar jatah dari Beasiswa Kaltim Cemerlang.

Rektorat Unmul menegaskan tak ada celah bagi calo dalam penerimaan beasiswa dari pemerintah daerah tersebut. Sebagai informasi, Beasiswa Kaltim Cemerlang dimulai pada 2011. Tahun ketiga pelaksanaannya, Pemprov Kaltim telah memberi 150 ribu beasiswa dengan nilai Rp 233 miliaran.

Dalam program tersebut, Unmul memiliki jatah 900 kuota yang penerimanya ditentukan kampus. Kuota ini sudah berlangsung dua tahun. “Dengan jatah itu, kami distribusikan kepada fakultas di Unmul, sesuai persyaratan dari Pemprov,” ucap Pembantu Rektor III Unmul, Helminuddin.

Dia meyakini, tak ada peluang calo bermain dalam proses seleksi beasiswa. Hanya pejabat kampus yang siap jabatannya dilepas yang berani melakukan praktik tersebut. “Kami sudah warning jauh-jauh hari. Jangan sampai ada percaloan,” kata PR III.

Meski belum ada temuan dan laporan, isu calo dalam penerimaan beasiswa kerap sampai di telinganya. Namun demikian, pihaknya tak dapat mengambil langkah lantaran belum ada temuan. “Makanya, jika menemukan begitu, laporkan. Kami akan proses karena dari awal sudah wanti-wanti,” sebutnya.

Helmi sadar dengan jatah beasiswa yang tak sebanding jumlah mahasiswa di kampus terbesar di Kaltim ini, membuat tak semua orang mendapat fasilitas tersebut. Pertimbangan penetapan penerima beasiswa, kata dia, sudah melewati proses penyertaan berkas dan rangking prestasi atau kondisi ekonomi. Kampus mengutamakan mahasiswa dengan peringkat teratas sebagai penerima beasiswa.

Hanya, seiring dengan itu kerap ada pertanyaan bagi mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi namun gugur. Sebaliknya, mahasiswa dengan IPK lebih rendah justru lolos dan menerima beasiswa. Soal itu, Unmul turut memiliki pertimbangan. Akademik memiliki catatan setiap mahasiswa penerima beasiswa. Dari situ, track record mahasiswa perihal keikutsertaan program beasiswa turut jadi acuan. Biasanya, mahasiswa yang tahun sebelumnya menerima beasiswa, tahun berikutnya tak menjadi prioritas. Begitu juga bagi mahasiswa semester akhir yang turut mendapat prioritas. Mahasiswa semester awal dinilai memiliki banyak kesempatan mendapat beasiswa pada tahun-tahun berikutnya.

Diketahui, Beasiswa Kaltim Cemerlang sedang dihantam isu percaloan. Sejumlah mahasiswa Unmul yang sebelumnya melakukan aksi peduli pendidikan di depan Kantor Gubernur Samarinda Senin (13/5), telah menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum eksekutif, onum anggota DPRD, bahkan hingga oknum mahasiswa. Semua oknum ini kabarnya berperan menjadi calo, dengan potongan hingga 20 persen.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Aktivis dan Relawan Pendidikan (Garap) dari Unmul, Wahyudi, mengindikasi adanya kepentingan politik dalam pengelolaan beasiswa Kaltim cemerlang.

Hanya, Wahyudi masih menyembunyikan identitas orang yang membeberkan praktik calo itu.

“Ketika kami embuskan ke media, dia khawatir terhalang mendapat beasiswa,” ucapnya.

Dia juga mengaku, menerima kesaksian seorang mahasiswa, yang menerima beasiswa meskipun tak mengumpulkan berkas sama sekali. Padahal berkas tersebut persyaratan utama.

“Dia komentar keras di media sosial. Tiba-tiba ada uang Rp 3 juta masuk rekeningnya. Aneh,” katanya, heran.

Saya Senang di Sini, Kota Ini Indah

Balikpapan diserbu petenis dunia, saat International Tennis Federation (ITF) Women's Challenger 2013 digelar beberapa hari ini. Salah satunya adalah Jovana Jaksic, petenis cantik asal Serbia. Hari ini, dia akan berlaga di final tunggal melawan petenis asal Tiongkok, Zi Yang, memperebutkan USD 25 ribu. Keteguhannya memilih tenis sebagai jalan hidup, bisa menjadi inspirasi.

DI SUATU siang di sebuah sekolah setingkat SD di Belgrade, Serbia, tempat Jovana menutut ilmu, pihak sekolah mendadak menggelar seleksi tenis. Jovana yang masih unyu-unyu, atau baru berusia delapan tahun, nekat mengikuti seleksi. Dia padahal tahu, permainan tenisnya tak spesial. Apalagi dalam keluarganya, tak ada yang menggemari olahraga tersebut. Namun, toh, dia tetap ngotot ikut. Berbekal kepercayaan diri, Jovana malah lolos seleksi. Dan akhirnya mewakili sekolahnya dalam turnamen kejuaraan tenis tingkat SD se-Belgrade.

Titik ini, rupanya menjadi titik penentuan jalan hidup Jovana. Meski saat itu dia masih sangat bocah, dia sudah berani mengambil keputusan untuk fokus menggeluti tenis. Latihan demi latihan, akhirnya mengantarkannya pada karier internasional. Pertandingan internasional perdananya terjadi pada 2009, ketika baru berusia 15 tahun. Saat itu, dia ikut event tenis skala dunia yang digelar di Serbia. Terus berkarier sebagai petenis, ranking dunia yang pertama kali dia terima adalah posisi 1.023. Meski masih jauh dari puncak, dia terus fokus.

Berkali-kali dia terus ikut event tenis di Serbia atau di luar negeri. Jovana begitu percaya, tenis sudah menjadi jalan hidup. Akhirnya Jovana memenangkan gelar internasional pertamanya di Antalya, sebuah provinsi di Turki pada 2011, dengan hadiah total sebesar USD 10.000. Pada 2012, kariernya kian melejit. Ia berhasil menjuarai kejuaraan ITF Women's Circuit di Mumbai, India dengan total hadiah USD 10.000.

Setidaknya ada enam kejuaraan serupa di negara berbeda yang ia menangkan pada tahun itu. Ranking dunianya pun terus menanjak. Pada 2012 Jovana menempati rangking 420 dunia. Kariernya kian moncer hingga sekarang. Setidaknya tahun ini sudah tiga gelar ITF Women's Circuit yang ia ikuti, dan ditutup dengan gelar juara. Terakhir pada 8 April 2013, kejuaraan di Poza Rica, Meksiko.

Jovana meraih hadiah utama USD 25.000. Saat ini Jovana menempati rangking 256 dunia. Kemarin, di Balikpapan Tennis Stadium, Jalan Syarifuddin Yoes, suara erangan khas Jovana tiap memukul bola, terdengar cukup jelas. Ya, pilihan hidupnya menggeluti tenis, ikut mengantarkan perempuan kelahiran Belgrade itu tiba di Balikpapan. Dia bertanding di ITF Women's Challenger 2013 gelaran Bankaltim dan Pemkot Balikpapan untuk merebut hadiah utama USD 25.000. Hari ini, ia akan bertanding di final melawan petenis asal Tiongkok, Zi Yang.

Jovana pada kejuaraan ini menjadi unggulan keempat dari Serbia. Dia pun tak menyangka bisa masuk ke final. Sebab unggulan pertama Arina Rodionova sudah lebih dulu gugur. Kemarin (18/5) di babak semifinal, ia berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Teodora Mircic dua set langsung, 6-4, 6-3. Petenis cantik asal Serbia itu cukup menarik perhatian para penonton yang duduk di tribune.

Ia pun cukup ramah dengan penonton. Sesekali berteriak, “Come on!”, kala berhasil memperoleh poin. Pendukungnya di tribune pun tak jarang ia sapa. Ditemui usai pertandingan, ia mengaku olahraga ini mengantarkannya keliling dunia. Dan itu baginya hal luar biasa. “Semua ini (karier) dimulai saat saya mengikuti latihan tenis di sekolah. Sejak saat itu saya mulai menekuni dunia tenis,” ujarnya.

Perempuan yang memiliki tinggi 178 sentimeter ini mengaku senang bisa bermain di Balikpapan. Apalagi ia belum pernah ke Indonesia. Ke Kota Minyak menjadi pengalaman berharga baginya. Selain sosoknya yang menawan, sikap, dan tutur katanya juga ramah. Secara peforma, Jovana tampil baik dalam turnamen kali ini hingga mencapai babak final. Setidaknya sudah 11 trofi yang ia terima selama bergelut di kejuaraan internasional.

Dari awal ia tak menargetkan juara pada ITF Women’s Bankaltim & Balikpapan City Government 2013 ini. Baginya, memberikan permainan terbaik dalam tiap laga memberikan kepuasan tersendiri ketimbang memikirkan ambisi. “Saya tidak menargetkan untuk menang. Saya akan melakukan yang terbaik untuk final besok (hari ini), karena peserta di sini (kejuaraan) bagus semua.

Mereka menjadi lawan yang sulit bagi saya, namun saya bisa bertahan hingga sekarang,” ungkap gadis yang mengaku masih single ini. Di Asia Tenggara, Jovana pernah ke Thailand dan Filipina untuk ikut kejuaraan tenis. Ia sangat senang berada di Balikpapan, karena kota ini dinilainya bersih. “Kota (Balikpapan) ini cukup indah,” tegasnya.

Menurut dia, warga di Indonesia sangat ramah kepada dirinya, namun yang ia keluhkan adalah cuaca yang sangat panas. Meski tak pernah ke Indonesia, beberapa daerah di negeri ini sudah ia ketahui. Selain Jakarta, ia juga sering mendengar Pulau Bali. Di Pulau Dewata itu diketahuinya memiliki keindahan pantai yang menawan.

Pemilik hobi membaca dan musik ini selama karier profesionalnya, sudah 33 kali menang dan 5 kali kalah. Setelah turnamen di Balikpapan selesai, ia akan langsung menuju Tarakan untuk mengikuti turnamen tenis serupa. Turnamen yang juga berhadiah USD 25.000 itu akan digelar pekan depan